Kilasmalut.com – Musyawarah Cabang (Muscab) ALFI/ILFA Kabupaten Halmahera Utara (Halut) periode 2026-2031, tak sekadar menjadi forum organisasi. Agenda tersebut mulai diarahkan menjadi momentum memperkuat konektivitas logistik antar daerah, khususnya Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.
Mengusung tema “Optimalisasi Peran ALFI/ILFA dalam Membangun Relasi Kemitraan dengan Pengusaha/Pekerja Guna Meningkatkan Kinerja Logistik Menuju Halut yang Setara”, Muscab ALFI/ILFA Halut dibuka langsung Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, di Rumah Makan Halmahera, Senin (7/9).
Dalam sambutannya, Kasman menilai ALFI/ILFA memiliki posisi strategis dalam membangun konektivitas ekonomi antardaerah. Menurutnya, keterhubungan Halut, Haltim, dan Pulau Morotai melalui kerja sama antardaerah yang digagas dengan nama TOMABA dapat menjadi kekuatan ekonomi baru apabila ditopang sistem transportasi dan logistik yang terintegrasi.
“Jika ini sudah terkoneksi dengan moda transportasi dan logistik yang kita atur, maka ini akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang ditunjang oleh teman-teman semua, terutama dalam pengaturan logistik di daerah kita,”jelasnya.
Kasman menegaskan, letak geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan membuat sektor transportasi dan logistik tidak bisa dipandang sebagai urusan teknis semata. Infrastruktur konektivitas menjadi kunci untuk membuka akses ekonomi sekaligus mempersempit kesenjangan antarwilayah.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Halut, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab ALFI/ILFA tersebut.
“Kita semua tahu bahwa daerah kita ini adalah daerah kepulauan. Kurang lebih 70 persen daerah ini terdiri atas laut dan hanya 30 persen daratan,”ujarnya.
Menurut Kasman, besarnya potensi wilayah harus diikuti kesiapan sistem pendukung. Pemerintah dan pelaku usaha, kata dia, membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, moda transportasi yang terkoneksi, sumber daya manusia yang kuat, serta sistem logistik yang mampu menghubungkan wilayah secara efektif.
Dengan konektivitas yang semakin kuat, TOMABA diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan kerja sama antar daerah, tetapi berkembang menjadi jalur strategis pergerakan barang, jasa, dan aktivitas ekonomi di kawasan Maluku Utara.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !