160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Perda Hilirisasi Tak Mampu Lindungi Petani, PT. NICO Kembali Turunkan Harga Buah Kelapa

Sejumlah mobil truk sedang antri dengan muatan buah kelapa.(dok.antara)

Kilasmalut.com – Petani kelapa di Kabupaten Halmahera Utara kembali menghadapi tekanan setelah PT. NICO menurunkan harga pembelian buah kelapa sejak 15 Juli 2026. Harga yang sebelumnya Rp.2.300 per buah kini turun menjadi Rp2.200 per buah.

Penurunan ini memperpanjang daftar anjloknya harga kelapa dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan penelusuran media ini, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, harga buah kelapa telah mengalami hampir tiga kali penurunan.

Kondisi tersebut memicu keluhan para petani. Pasalnya, ketika harga jual terus dipangkas, biaya operasional di tingkat kebun justru tidak ikut turun. Upah pemanjat kelapa masih bertahan di kisaran Rp.10.000 per pohon, sementara biaya pembersihan atau pemangkasan rumput mencapai lebih dari Rp.2 juta per hektare.

Baca Juga :  Harga Pala Kering di Ternate Stabil, Pengepul Tawarkan Rp85 Ribu hingga Rp90 Ribu per Kilogram

Akibatnya, margin keuntungan petani semakin tergerus. Harga yang diterima di tingkat petani bahkan lebih rendah karena harus melalui pengumpul.

“Saat ini pengumpul membeli buah kelapa dari petani Rp1.700 per buah. Kami juga masih menanggung biaya buruh untuk memuat kelapa ke mobil dan membayar setoran viar,”ucap salah satu pengumpul yang enggan disebut namanya, Senin (20/7).

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memang telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang hilirisasi kelapa. Namun, menurut sejumlah pihak, regulasi tersebut belum mengatur mekanisme atau batas acuan harga pembelian di tingkat petani. Kondisi itu dinilai membuat petani tidak memiliki perlindungan ketika harga terus mengalami penurunan.

Baca Juga :  Polda Malut Jaring Ribuan Pengendara, Selama Operasi Patuh Kie Raha 2025

Ironisnya, hingga kini belum diketahui secara pasti alasan PT. NICO kembali menurunkan harga pembelian buah kelapa. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, perusahaan tersebut hampir setiap hari menerima pasokan lebih dari 10 truk (rit) buah kelapa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT NICO belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penurunan harga maupun tanggapan atas keluhan para petani.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!