Kilasmalut.com – Aksi pembobolan menyasar Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tak tanggung-tanggung, uang tunai sekitar Rp103,05 juta yang tersimpan di dalam brankas dilaporkan raib.
Peristiwa tersebut terungkap pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 11.30 WIT, di Kantor Bappeda Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Aksi tersebut pertama kali diketahui Hjon Edwart, staf honorer Bappeda, yang datang ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan.
Hjon datang bersama istri dan anaknya setelah meminjam kunci kantor dari salah seorang rekannya. Saat sedang mencetak dokumen, anaknya memanggil Hjon ke arah pintu keluar ruangan sekretariat.
Ketika kembali masuk, Hjon mendapati salah satu pintu ruangan dalam kondisi tidak terkunci. Kecurigaannya semakin kuat setelah melakukan pengecekan dan menemukan kondisi ruangan telah berantakan.
Lebih mengejutkan, brankas yang sebelumnya berada di belakang meja ditemukan dalam kondisi terbuka dan telah berpindah posisi.
Hjon kemudian menghubungi Kepala Bappeda Halut, Hernefer Fortunatus Tjanduo, AP., MH., dan mengirimkan video kondisi ruangan untuk memastikan kejadian tersebut.
Informasi itu kemudian diteruskan hingga akhirnya jajaran Satreskrim Polres Halut turun tangan melakukan penyelidikan.
Kasubag Keuangan Bappeda Halut, Veronika Posuma, mengaku mendapat informasi mengenai dugaan pencurian melalui video call. Setelah menerima kabar tersebut, ia langsung menghubungi Gerard Tinangon dan bergegas menuju kantor.
Setibanya di lokasi, Veronika mendapati sejumlah ruangan dalam kondisi telah dibobol.
Hal serupa disampaikan Bendahara Bappeda Halut, Trifonia Wattimena. Ia mengaku mendapat telepon dari Kepala Bappeda yang menginformasikan adanya pencurian.
Sekitar pukul 11.41 WIT, Trifonia kembali dihubungi Hjon. Dalam komunikasi melalui video call, ia melihat langsung kondisi brankas yang telah terbuka serta sejumlah map di atas meja yang berserakan.
Polisi Sisir TKP, Empat Sidik Jari Diamankan
Laporan pencurian tersebut langsung direspons Satreskrim Polres Halut. Sekitar pukul 12.20 Wit, personel bergerak menuju Kantor Bappeda Halut dan tiba sekitar pukul 12.30 WIT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian memeriksa sejumlah bagian kantor, termasuk brankas yang diduga menjadi sasaran utama pelaku.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah sidik jari. Empat sidik jari kemudian diambil untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan kasus.
Polisi juga melakukan pemeriksaan di sekitar gedung Kantor Bappeda guna mencari petunjuk lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Pintu Belakang Dibobol, Brankas Jadi Sasaran
Kasat Reskrim Polres Halut, Iptu Sudomo Latani, mengatakan hasil olah TKP dan keterangan awal sejumlah saksi mengarah pada dugaan bahwa pelaku masuk dengan cara membobol pintu belakang kantor.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan awal para saksi, polisi menduga pelaku masuk dengan cara membobol pintu belakang kantor,”jelas Sudomo.
Setelah berhasil masuk, pelaku diduga bergerak menuju sejumlah ruangan, termasuk ruangan sekretariat, Kasubag Keuangan dan Bendahara.
Pelaku kemudian diduga membobol brankas dan menggasak seluruh uang yang tersimpan di dalamnya.
“Dari dalam brankas tersebut, uang tunai sekitar Rp103.050.000 dilaporkan hilang dan tidak tersisa,”terangnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain memburu pelaku, penyidik juga masih mendalami bagaimana pelaku bisa masuk ke dalam kantor, mengakses sejumlah ruangan, hingga berhasil membobol brankas.
Polres Halut telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan sidik jari, meminta keterangan para saksi, mendokumentasikan kondisi lokasi, hingga menyisir area sekitar kantor.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !