
Kilasmalut.com – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Halmahera Utara (Halut) yang digelar di Hotel Gren Land, Sabtu (18/4), bukan sekadar agenda rutin organisasi. Di balik forum ini, tersimpan pertaruhan besar: apakah PKB mampu bangkit dari stagnasi politik, atau justru terus tertinggal dalam peta kekuatan lokal.
Wakil Ketua PKB Maluku Utara, Muhajirin Bailusi, menyebut Muscab kali ini sebagai momentum konsolidasi total. Namun, pernyataan itu sekaligus mengindikasikan adanya masalah mendasar dalam tubuh partai yang perlu segera dibenahi.
“Berbeda dari sebelumnya, kita hanya umumkan nama calon, lalu diuji kompetensi hingga DPP,”ujarnya.

Model ini menegaskan satu hal, kendali penuh ada di pusat. DPC tidak lagi sepenuhnya menjadi arena pertarungan lokal, melainkan bagian dari mekanisme seleksi terpusat yang ketat. Di satu sisi, ini bisa meningkatkan kualitas kepemimpinan. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan klasik, sejauh mana aspirasi kader di daerah benar-benar terakomodasi.
Tiga Nama, Satu Pertanyaan Besar, Siapa Punya Daya Dorong Elektoral
Muscab ini memunculkan tiga kandidat Ketua DPC, yakn Irfan Soekoenae, Fahmi Musa, dan Sukemi. Ketiganya akan menjalani uji kelayakan melalui mekanisme Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).
Namun persoalannya bukan sekadar siapa yang lolos uji. Yang lebih krusial,
siapa yang benar-benar mampu mengangkat elektabilitas PKB di Halut. Sebab fakta di lapangan tak bisa ditutup-tutupi.
Realita Pahit, PKB Masih “Bolong” di Tiga Dapil
Saat ini, kekuatan PKB di Halmahera Utara masih jauh dari kata ideal. Di tingkat kabupaten, partai ini hanya mengamankan kursi di satu daerah pemilihan (Dapil IV). Sementara tiga dapil lainnya masih kosong sebuah sinyal serius lemahnya penetrasi politik.

Di tingkat provinsi, PKB memang memiliki keterwakilan dari Dapil Halut-Morotai. Namun itu belum cukup untuk membangun dominasi politik yang stabil.
Ketua DPC PKB Halut, Irfan Soekoenae, mengakui kondisi tersebut dan memasang target ambisius.
“Seluruh dapil harus terisi ke depan,”tegasnya.
Target ini terdengar optimistis. Tapi tanpa kerja struktural yang nyata, ia bisa berubah menjadi sekadar slogan musiman.
Masalah Klasik. Struktur Ada, Mesin Belum Panas
PKB sadar bahwa persoalan utamanya bukan hanya figur, tetapi juga rapuhnya mesin partai hingga ke akar rumput.
Irfan menegaskan pentingnya memperkuat struktur dari kabupaten hingga desa dan TPS. Pernyataan ini mengandung pesan implisit, selama ini, struktur itu ada tapi belum bekerja maksimal.
Dalam politik elektoral, struktur tanpa gerakan adalah ilusi. Tanpa konsolidasi nyata di tingkat desa dan TPS, target menambah kursi hanya akan menjadi retorika.
Dua Arah Strategi, Sinergi Kekuasaan atau Independensi Politik
Menariknya, di tengah upaya konsolidasi, PKB juga menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.
“PKB akan tetap bekerja sama demi kemaslahatan masyarakat,”ujar Irfan.
Namun di sinilah dilema politik muncul
Apakah sinergi ini akan memperkuat posisi tawar PKB, atau justru membuatnya kehilangan daya kritis sebagai partai politik.
Dalam banyak kasus, kedekatan dengan kekuasaan sering kali membuat partai kehilangan identitas oposisi yang tajam padahal itu justru penting untuk menarik simpati publik.
Muscab, Titik Balik atau Sekadar Seremonial
Secara formal, Muscab ini akan melahirkan kepengurusan baru. Namun secara substantif, forum ini adalah ujian arah masa depan PKB di Halmahera Utara.
Jika Muscab hanya berhenti pada pergantian nama dan struktur, maka stagnasi akan berlanjut. Tapi jika mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, mesin partai yang hidup, dan strategi yang tajam, PKB masih punya peluang untuk mengejar ketertinggalan.
Kesimpulan, Waktu PKB Tidak Banyak
Dengan tiga dapil kosong dan kompetisi politik yang semakin ketat, waktu PKB di Halmahera Utara tidak banyak.
Muscab ini bukan sekadar agenda lima tahunan ini adalah titik krusial antara kebangkitan atau semakin terpinggirkan.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !