Kilasmalut.com – Badan Kehormatan (BK) resmi menyeret Ketua DPRD Halut, Cristina Lesnussa, ke meja klarifikasi pada Senin (4/5), menyusul laporan panas dugaan “reses fiktif” yang dilayangkan KAHMI Halut.
Sidang yang digelar tertutup di ruang rapat BK itu dipimpin langsung Ketua BK, Romeo Hendri Lindang, didampingi anggota BK Budiyanto. Atmosfer rapat disebut berlangsung tegang, dengan sorotan tajam pada dugaan pelanggaran etik yang menyeret pucuk pimpinan lembaga legislatif tersebut.
Romeo menegaskan, fokus utama klarifikasi adalah membedah laporan resmi terkait dugaan reses fiktif.

“Yang kami dalami tadi soal laporan reses fiktif dari KAHMI Halut. Itu laporan resmi, jadi harus kami klarifikasi secara serius,” tegasnya.
Tak hanya itu, BK juga menguliti sejumlah persoalan internal DPRD yang belakangan memicu polemik berkepanjangan. Konflik internal yang kian terbuka dinilai memperkeruh situasi dan menggerus wibawa lembaga.
“Selain reses, ada juga sejumlah persoalan internal yang ikut kami klarifikasi karena sudah menjadi polemik,”tambah Romeo.
Di tengah tekanan yang memuncak, BK berharap proses ini bisa segera dituntaskan untuk meredam spekulasi liar di publik. Namun hingga berita ini diturunkan, Cristina Lesnussa memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil klarifikasi yang dijalaninya.
Situasi makin memanas setelah lima fraksi di DPRD Halut secara tegas menahan langkah Cristina untuk kembali memimpin sidang paripurna, sebelum proses di BK benar-benar tuntas. Sikap kolektif ini menjadi sinyal keras bahwa krisis kepercayaan di internal DPRD telah mencapai titik kritis.
Jika tak segera mereda, konflik ini berpotensi menjelma menjadi krisis legitimasi terbuka mengguncang stabilitas politik dan mencoreng wajah DPRD Halmahera Utara di mata publik.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !