Besok Tim SAR gabungan melanjutkan proses pencarian
Kilasmalut.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban erupsi Gunung Dukono, di Kabupaten Halmahera Utara, pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 14.20 WIT. Korban diketahui berinisial AKP alias Engel dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari area kawah Gunung Dukono.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Tim SAR gabungan harus berjibaku dengan cuaca ekstrem, hujan, serta aktivitas erupsi yang masih terus terjadi di puncak gunung.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto turut hadir saat proses evakuasi jenazah Engel menuju Pos Pemantau Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Menurut Dody, operasi pencarian dan evakuasi tidak berjalan mulus akibat kondisi alam yang sangat berbahaya. Selain medan berat, letupan dan hujan abu vulkanik terus mengancam keselamatan tim di lapangan.
“Dari berbagai informasi yang kami terima, proses evakuasi memang tidak berjalan mulus. Karena itu, pada pencarian hari ketiga besok kami akan menambah personel untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan,”ujarnya, dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pencarian membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 jam karena kondisi jalur yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.
“Besok kami akan menyusun strategi baru agar dua korban yang titiknya sudah diketahui bisa dievakuasi sekaligus,”katanya.
Dody menegaskan, operasi evakuasi memiliki risiko sangat besar karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung hingga saat ini.
“Kami yang tergabung dalam Tim SAR gabungan, baik TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas, bertanggung jawab penuh atas proses evakuasi yang sedang dilaksanakan,”tegasnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, memastikan Pemerintah Daerah Halut akan menyiapkan seluruh kebutuhan logistik untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban.
Ia mengungkapkan, tujuh warga negara Singapura yang selamat telah difasilitasi Pemda Halut dan dipulangkan ke Ternate pada Sabtu ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
“Seluruh korban selamat sebelumnya telah mendapat perawatan medis di RSUD Tobelo. Dari hasil pemeriksaan, mereka hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan,”jelasnya.
Piet juga menyebut Pemda Halut telah melakukan investigasi terhadap rombongan pendaki asal Singapura tersebut. Hasil sementara menunjukkan para pendaki masuk ke wilayah Halmahera Utara tanpa melapor ke Pemda maupun pihak Imigrasi Tobelo, dan hanya didampingi pemandu lokal.
Ia menegaskan, Pemda Halut sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2025. Dalam surat tersebut, aktivitas pendakian ditutup sementara dan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah gunung.
Hal senada disampaikan Kepala Basarnas Maluku Utara, Iwan Ramdani. Ia mengatakan, Sabtu ini merupakan hari kedua proses pencarian tiga korban erupsi Dukono.
“Alhamdulillah, pada pencarian hari kedua Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban. Namun identitas jenazah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Tobelo,”katanya.
Ia menambahkan, titik keberadaan dua korban lainnya sebenarnya telah diketahui. Namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena erupsi dan letupan Gunung Dukono masih terus terjadi.
Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR gabungan turut dibantu masyarakat setempat. Warga yang pertama kali menemukan jenazah Engel diketahui bernama Kiril Tatambani dan Rustamani.
Menurut keduanya, saat ditemukan tubuh korban sebagian besar sudah tertimbun abu vulkanik. Hanya sebagian kecil bagian belakang tubuh korban yang masih terlihat di permukaan.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !