Kerja keras Pemda Halut dan Ekonomi melonjak, Sudarmin beri apresiasi terhadap Bupati, Piet Hein Babua
Kilasmalut.com – Kursus Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri (KKPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI resmi berakhir. Dari rangkaian kegiatan tersebut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mencuri perhatian setelah dinilai mampu menunjukkan kinerja dan inovasi pemerintahan daerah.
Sorotan itu mencuat dalam sesi penutupan KKPD 2026. Seluruh peserta diminta mempresentasikan berbagai capaian, kebijakan, inovasi, serta strategi pembangunan yang telah dijalankan di daerah masing-masing.
Dalam forum tersebut, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, memaparkan capaian kinerja sekaligus strategi pembangunan daerah yang diklaim selaras dengan arah kebijakan nasional.
Demisioner Ketua GAMKI Halut, Sudarmin Paliema, mengatakan dari berbagai presentasi peserta KKPD 2026, Halmahera Utara menjadi salah satu daerah yang mendapat penilaian positif dari tim penguji Lemhanas.
“Dari hasil presentasi dan dari sekian banyak peserta KKPD tahun 2026, Halmahera Utara menjadi daerah yang dinilai baik oleh Lemhanas, salah satunya terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,”kata Sudarmin, Sabtu (11/9).
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi perhatian tim penguji Lemhanas terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Selaras dengan Asta Cita Pemerintah Pusat
Sudarmin menyebut program prioritas pembangunan Halut diarahkan agar sejalan dengan agenda nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Fokus tersebut antara lain ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, pemerataan pembangunan serta penguatan sumber daya manusia.
“Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mengawal visi besar Indonesia Emas 2045 dari tingkat daerah,”ujarnya.
Pertumbuhan Ekonomi 11,05 Persen Jadi Sorotan
Salah satu capaian yang disebut menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara.
Sudarmin mengklaim, berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, pertumbuhan ekonomi Halut mengalami peningkatan signifikan, dari minus 0,10 persen menjadi 11,05 persen pada 2026.
“Dengan capaian ini, Halmahera Utara masuk dalam jajaran 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia pada Semester I 2026. Sektor pertambangan dan terutama hilirisasi kelapa di Halmahera Utara menjadi bagian dari faktor penggeraknya,”jelasnya.
Terobosan di Tengah Tekanan Fiskal
Selain pertumbuhan ekonomi, kemampuan Pemkab Halut melakukan inovasi di tengah keterbatasan fiskal juga menjadi bagian yang disoroti.
Strategi yang disebut ditempuh pemerintah daerah antara lain optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi layanan, penguatan kemitraan dengan pihak swasta serta efisiensi belanja daerah.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan pelayanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat,”katanya.
Kepemimpinan Bupati Dinilai Cakap
Tak hanya kebijakan daerah, kapasitas kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua sebagai peserta KKPD 2026 juga mendapat penilaian dari tim penguji.
Menurut Sudarmin, kemampuan manajerial, kepemimpinan strategis serta kapasitas merumuskan kebijakan berbasis data dan kepentingan nasional menjadi aspek yang dinilai.
“Kemampuan individu Bupati Halmahera Utara sebagai peserta KKPD 2026 dinilai cakap oleh Tim Penguji Lemhanas. Ini menjadi bukti bahwa pemimpin daerah mampu menjadi penggerak perubahan,”ungkapnya.
Sudarmin menilai capaian tersebut patut diapresiasi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat tetap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah agar berbagai terobosan yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan.
“Saya kira kita wajib berterima kasih kepada Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, dan terus memberikan support kepadanya agar melakukan terobosan-terobosan dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat Halmahera Utara,”tegasnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting sekarang adalah menjaga komitmen ini agar kesejahteraan, aksesibilitas, dan pemerataan pembangunan dapat terus berjalan,”tandasnya.
Ia berharap capaian dalam KKPD 2026 tidak berhenti sebagai penghargaan atau penilaian semata, tetapi menjadi pemicu bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk bekerja lebih cepat, inovatif dan terukur.
“Dengan hasil ini, Halmahera Utara optimistis dapat terus menjadi contoh daerah yang mampu bertransformasi cepat, tangguh dan berdaya saing di tingkat nasional,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !