Kilasmalut.com – Konflik internal di tubuh DPRD Halmahera Utara kian membara. Gelombang mosi tidak percaya dari lima fraksi terhadap Ketua DPRD Halut, Cristina Lesnusa, kini memasuki fase krusial.
Tak lagi sekadar manuver politik, lima fraksi tersebut resmi mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk turun tangan dan mengusut dugaan persoalan internal yang menyeret pucuk pimpinan lembaga legislatif itu.
Ketua BK DPRD Halut, Romeo Hendri Lindang, memastikan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada Cristina Lesnusa.
“Pekan depan, tepatnya Senin, 4 Mei, Ketua DPRD sudah dijadwalkan hadir untuk klarifikasi di BK,”tegas Romi, Jumat (1/5).
Meski tekanan politik terus menguat, BK masih menahan diri untuk membuka secara gamblang akar konflik yang memicu perpecahan tajam di internal DPRD.
“Ada berbagai macam persoalan di dalam internal DPRD Halut,”ujarnya singkat, seolah memberi sinyal bahwa badai konflik ini jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan.
Situasi ini memunculkan spekulasi liar, apakah pemanggilan ini menjadi pintu awal pelengseran Ketua DPRD, atau justru memicu perang terbuka antar fraksi yang berpotensi melumpuhkan kinerja lembaga.
Yang jelas, publik kini menanti akankah BK bertindak tegas, atau polemik ini justru semakin dalam menyeret DPRD Halut ke jurang krisis kepercayaan.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !