160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

BookFest 2026 Dibuka, 99 Buku Karya Penulis Malut Diluncurkan

Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe didampingi Wabup Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad resmi membuka Festival Buku Maluku Utara tahun 2026.(istimewa)

Kilasmalut.com – Festival buku tak sekadar menjadi ajang memamerkan bacaan. Di Maluku Utara, BookFest 2026 didorong menjadi ruang untuk menghidupkan budaya membaca sekaligus melahirkan lebih banyak penulis dan karya lokal.

Festival Buku Maluku Utara atau BookFest Maluku Utara 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Benteng Oranje, Ternate, Jumat (11/9).

Festival yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026, ini tidak hanya menghadirkan pameran buku. Momentum tersebut juga ditandai dengan peluncuran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara dan peluncuran 99 buku karya penulis Maluku Utara.

Peluncuran 99 buku tersebut ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku oleh Wakil Gubernur Maluku Utara secara simbolis.

Sejumlah stan buku turut meramaikan BookFest. Pengunjung dapat menemukan karya penulis Maluku Utara maupun koleksi buku dari Gramedia, sivitas akademika MAN Insan Cendekia Halmahera Barat, SMA Negeri 8 Ternate, SMA Negeri 4 Ternate, hingga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate yang menghadirkan mobil perpustakaan keliling.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi ICMI Wilayah Maluku Utara, Komunitas Faduli Buku, dan Jakofi Pustaka.

Tak berhenti pada pameran, BookFest juga dikemas sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan. Sejumlah agenda produktif digelar, mulai dari diskusi buku, creative writing, teknik menulis sajak, musikalisasi puisi, pameran buku karya penulis Maluku Utara, hingga meet and greet yang mempertemukan pembaca dengan para penulis.

Baca Juga :  Polsek Maba Selatan Tetapkan Pelaku Pembunuhan Pegawai BPS Sebagai Tersangka

Sarbin: Menulis Setara dengan Guru

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan bahwa buku memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, budaya membaca dan menulis harus terus diperkuat karena penulis menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengetahuan dan informasi kepada publik.

“Buku sangat penting dan menulis setara dengan guru. Penulis tidak bisa tergantikan oleh sistem informasi, karena tanpa penulis kita tidak mendapatkan informasi,”kata Sarbin.

Menurut Sarbin, kemampuan menulis tidak dapat dipisahkan dari budaya membaca. Keduanya harus tumbuh beriringan agar masyarakat tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan pengetahuan dalam bentuk karya.

Karena itu, ia mendorong agar gerakan literasi di Maluku Utara tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kolaborasi antarpihak perlu terus diperkuat, terutama dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan membaca dan kepenulisan.

Sarbin berharap BookFest menjadi salah satu ruang yang mampu menjaga geliat literasi sekaligus mendorong semakin banyak karya lahir dari Maluku Utara.

Baca Juga :  Mahasiswa Cipayung Plus Ternate Kepung Mapolres, Tegas Tolak HTI, Desak Bersihkan Maluku Utara Dari Paham Radikal

Rumah Buku Jadi Rumah bagi Penulis Malut

Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, mengatakan BookFest diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong Festival Buku Maluku Utara dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan.

Menurut Kasman, kehadiran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara diharapkan menjadi gerakan baru untuk memperkuat ekosistem literasi dan penerbitan buku di daerah.

“Adanya Yayasan Rumah Buku diharapkan menjadi gerakan dalam literasi dan pembukuan di Provinsi Maluku Utara. Di yayasan ini nantinya kita mendorong dan memfasilitasi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan sudah memiliki naskah, tetapi belum diterbitkan,”harapnya.

Kehadiran Yayasan Rumah Buku tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi penulis lokal, khususnya mereka yang telah memiliki gagasan dan naskah, tetapi masih terkendala dalam proses penerbitan.

Dengan peluncuran 99 buku sekaligus lahirnya Yayasan Rumah Buku, BookFest Maluku Utara 2026 menempatkan literasi bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem yang memungkinkan gagasan orang Maluku Utara ditulis, diterbitkan, dan diwariskan dalam bentuk buku.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!