160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Sorotan Tajam Ke BPBD Malut, Absen Di Tengah Evakuasi Korban Erupsi Dukono

Pemda Halur dan instansi vertikal melakukan konferensi Pers setelah dua jenaza WNA berhasil di evakuasi oleh tim SAR gabungan.(foto/chalo)

Kilasmalut.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono selama tiga hari terakhir menyisakan tanda tanya besar. Di tengah tragedi yang menjadi perhatian nasional karena melibatkan warga negara asing (WNA) asal Singapura, BPBD Provinsi Maluku Utara diduga tidak terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan bahwa seluruh proses pencarian hingga evakuasi korban sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

“Memang operasi evakuasi ini berada di bawah tanggung jawab Pemda Halut, sehingga BPBD Provinsi tidak terlibat dalam proses ini,”ujarnya, Minggu (10/5).

Baca Juga :  GP Ansor Halut Angkat Jempol, 100 Hari Kerja Piet-Kasman Beri Bukti Nyata

Tak hanya absen dalam operasi lapangan, BPBD Provinsi Maluku Utara juga disebut tidak memberikan bantuan logistik maupun perlengkapan selama proses pencarian berlangsung. Seluruh kebutuhan operasi ditanggung penuh oleh Pemda Halut.

“Semua perlengkapan dan logistik ditanggung oleh Pemda Halut, karena kami yang bertanggung jawab langsung dalam operasi ini,”katanya.

Piet berharap tragedi maut di Gunung Dukono menjadi peristiwa terakhir. Untuk sementara waktu, aktivitas pendakian ke puncak Gunung Dukono resmi ditutup hingga status gunung kembali normal.

“Pendakian ditutup sampai status Gunung Dukono turun ke level paling bawah,”tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan para pencinta alam agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah Gunung Dukono yang hingga kini masih berstatus Siaga Level II.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Bhayangkara Ke 79, Polres Halut Jalan Santai Dengan Forkopimda

“Radius bahaya yang sudah ditetapkan sejauh 4 kilometer tidak boleh ada aktivitas apa pun di kawasan itu,”tandasnya.

Sementara itu, dua jenazah pendaki asal Singapura yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan telah dibawa ke RSUD Tobelo. Kondisi jenazah disebut sudah tidak utuh akibat dahsyatnya erupsi yang terjadi di kawasan puncak gunung.

“Jenazah kedua korban erupsi Gunung Dukono akan diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Maluku Utara agar identitas korban dapat dipastikan,”tutupnya.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!