Pencarian korban erupsi Dukono segera ditutup
Kilasmalut.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi dua jasad korban erupsi Gunung Dukono pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5).
Kedua korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelumnya, ketiga korban dan teman-temannya diketahui melakukan pendakian Gunung Dukono pada Kamis (7/5). Insiden tragis terjadi sehari kemudian, Jumat (8/5), saat erupsi terjadi ketika mereka berada di kawasan puncak gunung.
Tiga pendaki yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut yakni Angel, Heng Wen Qiang Timothy, dan Shahin Muhres Bin Abdul Hamid. Jasad Angel lebih dahulu ditemukan Tim SAR gabungan pada Sabtu (9/5) kemarin.
Dengan ditemukannya dua korban lainnya, seluruh korban erupsi Gunung Dukono kini telah berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Maluku Utara, Iwan Ramdani, mengatakan pencarian pada hari ketiga akhirnya membuahkan hasil setelah tim bergerak menuju titik yang sebelumnya dicurigai berdasarkan prediksi dan keterangan saksi di lapangan.
“Sesuai prediksi dan informasi dari saksi-saksi yang menemukan titik lokasi, hari ini Tim SAR gabungan bergerak menuju area tersebut dan berhasil menemukan kedua jasad korban,’ujar Iwan, Minggu (10/5).
Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena kondisi di puncak Gunung Dukono masih berbahaya. Kedua jensad korban disebut tertimbun material sisa semburan abu vulkanik sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Menurut Iwan, Tim SAR memanfaatkan jeda waktu di antara erupsi untuk melakukan proses evakuasi.
“Evakuasi hari ini memang cukup sulit karena kondisi di puncak Dukono sangat mengkhawatirkan. Saya bahkan sulit menggambarkan situasi di atas. Medannya sangat rawan, ditambah curah hujan yang cukup tinggi pada hari ketiga pencarian,”jelasnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.00 Wit oleh Tim SAR gabungan.
Iwan juga mengungkapkan kondisi jasad korban mengalami kerusakan parah diduga akibat terpapar material panas erupsi Gunung Dukono.
“Soal kondisi jasad, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci. Rekan-rekan bisa melihat sendiri kondisinya,”katanya.
Usai dievakuasi ke pos penanganan bencana, seluruh jasad langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Selanjutnya kami akan melakukan briefing bersama seluruh stakeholder terkait, kemudian hasilnya diserahkan kepada SC untuk proses penutupan operasi pencarian korban,”tutupnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !