160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pemuda Cup IV Igobula Resmi Dibuka, Wabup Halut Dorong Sepak Bola Jadi Motor Pembinaan Generasi Muda

Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad resmi buka turnamen sepak bola gawang sedang Pemuda Cup IV Desa Igobula.(dok.chalo)

Kilasmalut.com – Pembukaan Turnamen Pemuda Cup IV di Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, Rabu (15/4), memang berlangsung meriah. Namun di balik gegap gempita itu, terselip pertanyaan besar, sejauh mana keseriusan pembinaan sepak bola di Halmahera Utara benar-benar dijalankan.

Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi Ahmad, hadir membuka kegiatan dan mendorong olahraga sebagai motor pembangunan generasi muda. Tetapi realitas di lapangan menunjukkan, geliat turnamen belum sepenuhnya diiringi sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Penjabat Kepala Desa Igobula, Bahrun Wangelaha, mengapresiasi inisiatif pemuda yang terus menghidupkan sepak bola di tingkat desa. Namun faktanya, banyak turnamen serupa justru berjalan tanpa arah pembinaan jangka panjang sekadar seremonial tahunan tanpa dampak signifikan bagi lahirnya atlet profesional.

Sementara Ketua ASKAB PSSI Halut, Abdul Rifai Sadoki, bahkan secara terbuka mengakui masih adanya persoalan mendasar, mulai dari regulasi pertandingan yang belum standar hingga penggunaan bola plastik pada kategori tertentu sebuah ironi di tengah ambisi meningkatkan kualitas sepak bola daerah.

Baca Juga :  Harapan FC Siap Bantai Selapura 06 Di Perempat Final PAN Cup I U-20

“Kalau ingin maju, standar harus dibenahi. Kita tidak bisa terus bertahan dengan pola lama,”tegas Rifai.

Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebab tanpa pembenahan serius, potensi besar yang dimiliki Halut hanya akan berputar di level lokal tanpa mampu menembus kompetisi yang lebih tinggi secara konsisten.

Padahal, menurut Rifai, Halut sudah memiliki pemain yang menembus Liga 1 dan Liga 2. Namun tanpa sistem pembinaan usia dini yang kuat, keberhasilan itu berpotensi hanya menjadi cerita sporadis, bukan hasil dari ekosistem yang terbangun.

Ironisnya, di tengah banyaknya turnamen yang digelar, fondasi utama seperti pembinaan usia dini, kompetisi berjenjang, hingga standar teknis pertandingan justru belum tertata maksimal.

Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad dalam sambutannya menegaskan bahwa, kegiatan olahraga berkontribusi pada peningkatan indeks pembangunan pemuda. Ia juga menyinggung kesiapan Halut sebagai tuan rumah Porprov Maluku Utara pada 1 Juni 2026.

Baca Juga :  Target Jadi Tuan Rumah Kejurnas 2025, Ini Persiapan PODSI Malut

Namun momentum besar tersebut justru menjadi ujian, apakah Halut hanya siap sebagai tuan rumah, atau benar-benar siap dari sisi prestasi.

“Jangan berhenti di sini. Terus berlatih dan tingkatkan kemampuan,”ujar Kasman.

Seruan itu penting, tetapi tanpa dukungan sistem, fasilitas, dan regulasi yang jelas, beban justru akan kembali ditanggung para pemain dan komunitas lokal.

Pemuda Cup IV akhirnya bukan sekadar turnamen, melainkan cermin sekaligus alarm keras, sepak bola Halut butuh lebih dari sekadar kompetisi ia butuh arah, sistem, dan keberanian untuk berbenah total.

Jika tidak, maka riuhnya lapangan hari ini hanya akan menjadi gema kosong tanpa masa depan.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !