

Kilasmalut.com – Aroma Piala Dunia 2026 mulai terasa meski peluit kick-off belum berbunyi. Di berbagai daerah, para pecinta sepak bola sudah mulai menunjukkan dukungannya kepada tim nasional favorit masing-masing. Mulai dari Brasil, Argentina, Jerman, Inggris hingga Portugal, semua punya tempat tersendiri di hati para penggemarnya.
Di Maluku Utara, khususnya Kabupaten Halmahera Utara, euforia itu bahkan sudah lebih dulu “menendang”. Sebuah video yang memperlihatkan deretan bendera negara peserta Piala Dunia berkibar di sepanjang jalan kampung mendadak viral dan ramai dibagikan di media sosial.
Lokasi yang mencuri perhatian tersebut adalah Desa Bori, Kecamatan Kao Utara.
Jika biasanya sebuah desa dihiasi bendera merah putih atau umbul-umbul acara tertentu, lain halnya dengan Desa Bori. Menjelang Piala Dunia 2026, kampung ini berubah layaknya “miniatur turnamen dunia”. Sepanjang jalan desa dipenuhi berbagai bendera negara yang dipasang oleh warga.
Pemandangan unik itu membuat banyak netizen terhibur. Tidak sedikit yang bercanda bahwa Desa Bori layak menjadi “kantor cabang FIFA di Halmahera Utara” karena hampir semua sudut kampung dihiasi simbol negara-negara sepak bola dunia.
“Kalau masuk Desa Bori, serasa sedang keliling dunia dalam lima menit,”tulis salah satu netizen di media sosial.
Warga setempat menjelaskan bahwa pemasangan bendera tersebut bukan karena alasan politik ataupun kegiatan resmi tertentu. Murni sebagai bentuk antusiasme masyarakat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia.
Setiap bendera yang berkibar mewakili negara favorit para penggemar sepak bola di desa tersebut. Ada yang setia mendukung Argentina sejak era Diego Maradona, ada yang tetap cinta Brasil meski sudah lama puasa gelar, ada pula yang berharap Inggris akhirnya mengakhiri penantian panjang sejak 1966.
Fenomena ini memang bukan hal baru di Maluku Utara. Setiap kali Piala Dunia digelar, berbagai desa biasanya berubah menjadi “arena persaingan damai” antarpendukung negara favorit. Kadang satu lorong penuh bendera Brasil, sementara lorong sebelah dihuni pendukung Portugal. Untungnya yang berkibar hanya bendera, bukan tekel dua kaki.
Menariknya, semangat warga Desa Bori muncul jauh sebelum turnamen dimulai. Seolah-olah mereka ingin mengirim pesan kepada dunia bahwa Piala Dunia bukan hanya milik stadion-stadion megah di Amerika Utara, tetapi juga milik masyarakat desa yang rela memasang bendera lebih cepat daripada jadwal pertandingan diumumkan.
Kini, video Desa Bori terus beredar luas dan menuai beragam komentar positif. Banyak yang memuji kreativitas warga dalam memeriahkan Piala Dunia 2026 dengan cara sederhana namun penuh semangat.
Satu hal yang pasti, sebelum para pemain bertarung memperebutkan trofi di lapangan hijau, warga Desa Bori sudah lebih dulu memenangkan gelar tidak resmi sebagai “Kampung Paling Siap Sambut Piala Dunia 2026 di Halmahera Utara.” (red)


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !