160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pelaksanaan Porprov Ke-V Di Halut Terancam Batal Digelar, Pernyataan KONI Dinilai ‘Jauh Dari Realita’

Pengurus Cabor melakukan rapat di pantai Pitu.(istimewa)

Kilasmalut.com – Krisis persiapan Porprov V Maluku Utara di Halmahera Utara kini tak lagi bisa ditutupi. Waktu tinggal 26 hari, namun fakta di lapangan justru membeberkan kondisi yang mencemaskan, venue belum rampung, alat pertandingan atlet bahkan belum tersedia.

Situasi ini berbanding terbalik dengan klaim optimistis Ketua Harian KONI Halut sekaligus Ketua Panitia Lokal, Yudhihart Noya, yang sebelumnya menyatakan Halmahera Utara siap menghadapi Porprov. Pernyataan tersebut kini disorot keras dan dinilai tak mencerminkan kondisi riil di lapangan bahkan dianggap menyesatkan publik.

Kemarahan para pengurus cabang olahraga (cabor) pun meledak dalam pertemuan tertutup yang digelar Senin malam, 4 Mei 2026, di Gio Kedai Pantai Pitu. Sejumlah pengurus dari berbagai cabor hadir dan satu suara. Halut belum siap.

Ketua Taekwondo Indonesia Halmahera Utara, Ardon Itang, menyebut klaim kesiapan itu sebagai “ilusi”.

Baca Juga :  Wabup Halut Senam Bersama Forkopimcam Galela Selatan Dan Pelajar

“Alat pertandingan saja tidak ada, sementara waktu tinggal 26 hari. Pernyataan bahwa Halut siap itu jauh dari kenyataan,”tegasnya.

Nada lebih keras datang dari Ketua ESport Halmahera Utara, Devid Martin. Ia bahkan menyebut situasi ini bukan lagi soal keterlambatan, melainkan kegagalan total.

“Ini bukan lagi telat ini kegagalan total. Tidak ada satu pun kesiapan yang bisa dibuktikan sampai hari ini,”ujarnya.

Tak hanya soal teknis, dugaan buramnya pengelolaan anggaran juga mulai mencuat. Sekretaris Pelti Halut, Rahmad Saleh, mempertanyakan transparansi penggunaan dana Porprov yang hingga kini tak pernah dibuka ke publik maupun cabor.

“Kami minta keterbukaan. Jangan sampai perencanaan tidak jelas, sementara di lapangan kosong. Ini berbahaya,”tegasnya.

Para pengurus cabor menilai persoalan ini telah melampaui batas toleransi. Bukan sekadar kendala teknis, tetapi sudah menjelma menjadi krisis manajemen dan kegagalan kepemimpinan di tubuh KONI Halmahera Utara.

Baca Juga :  PODSI Maluku Utara Gelar Ramah Tamah, Kalpin Nur: Saya Akan Tetap di Maluku Utara

Lebih jauh, mereka memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, Halmahera Utara berisiko tampil di Porprov dalam kondisi amburadul sebuah “aib terbuka” di hadapan publik Maluku Utara.

Ultimatum pun dilayangkan.

Para cabor memberi tenggat waktu 3 hari kepada jajaran KONI Halut untuk membuktikan kerja nyata. Mereka menuntut progres konkret dan terukur, mulai dari kesiapan venue hingga ketersediaan alat tanding untuk seluruh atlet.

Jika dalam waktu tersebut tidak ada perubahan signifikan, langkah keras akan diambil mulai dari desakan evaluasi total hingga pencopotan Ketua Harian KONI Halut beserta jajarannya.

“Ini bukan sekadar organisasi. Ini soal harga diri daerah dan masa depan atlet. Kalau tidak mampu bekerja di saat genting, maka tidak ada alasan untuk tetap bertahan,”tegas para pengurus cabor.

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !