160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Korban Air Terjun Jembatan Alam Akhirnya Ditemukan Setelah 23 Jam Pencarian, Medan Terjal Jadi Tantangan

Tim SAR Gabungan berhasil temukan

Kilasmalut.com – Drama pencarian korban yang jatuh di kawasan Wisata Air Terjun Jembatan Alam, Hutan Desa Kokotajaya, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), akhirnya berujung pada penemuan korban, Minggu (9/8).

Korban yang jatuh pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 16.30 Wit itu ditemukan setelah tim gabungan berjibaku selama berjam-jam menghadapi medan terjal, arus kuat, serta kondisi air yang keruh dan membatasi jarak pandang.

Pencarian melibatkan Tim SAR, BPBD Halut, TNI/Polri, serta masyarakat Desa Ruko dan Kokotajaya.

Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Halut Iptu Hopni Saribu mengatakan, pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wit. Masyarakat terlebih dahulu menyisir dinding tebing dan area sekitar aliran air terjun sebelum Tim SAR menyiapkan peralatan pencarian.

Namun, penyisiran awal tersebut belum membuahkan hasil.

“Sekitar pukul 08.15 Wit, Tim SAR bersama personel Satpolair Polres Halut melanjutkan pencarian dengan menggunakan peralatan selam di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban,”ujarnya.

Upaya penyelaman kembali menghadapi kendala. Air yang keruh membuat jarak pandang sangat terbatas. Tim pun melakukan penyisiran secara bergantian dan bersama-sama dari satu sisi aliran air hingga ke sisi lainnya.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan PT KSO, 1 Unit Perumahan Hangus Dilalap Api, Angin Kencang Hambat Pemadaman

“Berbagai metode dikerahkan, tetapi korban belum juga ditemukan,”katanya.

Sekitar pukul 13.20 Wi lanjutnya, masyarakat membawa jaring untuk membantu proses pencarian. Sebelum pencarian menggunakan jaring dimulai, tim gabungan terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin Kepala BPBD Halut Hentje Hetaria.

“Sekitar pukul 13.35 Wit, tim gabungan bersama masyarakat mulai menarik jaring mengelilingi area yang diduga menjadi titik jatuhnya korban,”ucapnya.

Upaya itu sempat membuahkan hasil. Jaring diduga berhasil menarik korban. Namun, derasnya arus di dalam air membuat korban kembali terlepas.

“Dalam proses tersebut, tim menemukan sebuah sound mini atau speaker merek Huper Pro 6 yang diduga ikut jatuh bersama korban,”ungkpanya.

Pencarian menggunakan jaring kembali dilakukan sekitar pukul 14.10 Wit. Namun, kali ini masyarakat meminta agar proses pencarian dilakukan oleh warga tanpa keterlibatan Tim SAR Gabungan.

“Sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Ruko, Kokotajaya dan Popilo menyebut kawasan tersebut dipercaya memiliki penunggu, sehingga suara keras dianggap tidak diperbolehkan selama proses pencarian,”bebernya.

Sekitar pukul 14.40 Wit, pencarian berlanjut menggunakan bambu sebagai alat pengait. Empat warga melakukan penyisiran dengan metode tersebut, namun korban belum juga ditemukan.

Baca Juga :  Berprestasi, Polda Maluku Utara Raih 5 Penghargaan Dalam Kegiatan Musrembang Polri

Setelah berjam-jam berjibaku, titik terang akhirnya muncul sekitar pukul 15.01 Wit. Korban berhasil ditemukan.

Sejumlah personel gabungan langsung turun memberikan bantuan. Korban kemudian dinaikkan ke tepian sungai dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah Polri.

“Saat ditemukan, kondisi tubuh korban disebut sudah kaku, namun belum terlihat tanda-tanda pembengkakan. Korban ditemukan mengenakan kaus berwarna merah marun,”jelasnya.

Sekitar pukul 15.10 Wit, proses evakuasi korban dimulai. Sebelum evakuasi, tim bersama masyarakat kembali melakukan doa sebagai ungkapan syukur setelah korban berhasil ditemukan.

“Evakuasi berlangsung tidak mudah. Tim harus melewati medan tebing dengan perkiraan ketinggian mencapai 150 meter. Kondisi medan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan,”ungkapnya.

Namun, berkat kerja sama Tim SAR, BPBD, TNI/Polri dan masyarakat, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari lokasi.

Sekitar pukul 17.15 Wit, korban tiba di Desa Kokotajaya dan selanjutnya dibawa menuju RSUD Tobelo. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.35 Wit.

“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian di kawasan Air Terjun Jembatan Alam akhirnya berakhir setelah tim gabungan menghadapi medan terjal, arus kuat, serta kondisi air yang keruh,”tuturnya.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!