Kilasmalut.com – Tim SAR gabungan sejak Jumat pagi melakukan operasi evakuasi terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono, di Kabupaten Halmahera Utara. Hingga Jumat malam (8/5/2026), sebanyak 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara tiga pendaki lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Proses pencarian akhirnya dihentikan sementara pada pukul 18.50 Wit karena kondisi di sekitar kawah Gunung Dukono semakin berbahaya. Aktivitas erupsi yang terus terjadi, hujan deras, kabut tebal, serta material vulkanik yang terus dimuntahkan gunung membuat tim penyelamat tidak dapat melanjutkan operasi malam hari.
Kepala Kantor SAR Maluku Utara, Iwan Ramdani, mengatakan keputusan penghentian sementara pencarian diambil demi keselamatan seluruh personel SAR gabungan.

“Pencarian ditutup sementara karena Gunung Dukono terus mengalami erupsi dan mengeluarkan material vulkanik. Selain itu kondisi di lokasi sangat gelap dan dipenuhi kabut, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian karena membahayakan tim SAR gabungan,”ujarnya.
Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah abu vulkanik yang masih terus keluar dari kawah. Berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Dukono, radius aman berada sejauh empat kilometer dari kawah.
Namun, tiga korban yang masih hilang diduga berada di dekat area kawah saat erupsi terjadi. Dari total 20 pendaki yang berada di gunung tersebut, 15 orang telah berhasil dievakuasi lebih awal, sementara dua lainnya masih dalam perjalanan turun bersama tim SAR hingga akhirnya seluruhnya dinyatakan selamat.
“Tiga korban yang masih dicari terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga negara Indonesia,”ungkapnya.
Pihak SAR juga belum dapat memastikan kondisi ketiga korban karena lokasi mereka berada di titik terakhir tempat rombongan sempat berkumpul sebelum erupsi besar terjadi.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban dalam kondisi meninggal dunia atau masih selamat, karena tim belum dapat menjangkau lokasi mereka,”tegas Iwan.
Salah satu korban yang masih hilang diketahui bernama Enjel. Ia diduga terpisah dari rombongan saat erupsi mendadak terjadi. Rekan-rekannya sempat berusaha mencari, namun korban tidak ditemukan.
SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk penggunaan drone untuk menyisir area berbahaya di sekitar kawah.
“Sesuai SOP, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari ke depan. Kami berharap besok ketiga korban sudah bisa ditemukan,”pungkasnya.
Berikut data korban yang selamat dan Hilang
Korban Selamat WNA
Toh yu ming eugene (L) (singapore) (30), Ong shilin selene (P) (singapore) (37thn), Phoebe lim (P) (singapore) (33), Loh hui en iris (P) (singapore) (31), Tan jia yi geraldine (P) (singapore) (30), Lee yi xuan venessa (P) (singapore) (30), Lim shan de (L) (singapore) (29)
Korban selamat WNI
Bahtiar badar (L) (24), Yusril (L) (23), Sahrul (L) (26), Ahmad (L) (22), Hairudin (L) (26thn), Fiki nafila (P) (27), Riska isbar (P) (29 ), Sudin juanga (L) (48)
Korban Dalam Pencarian
Heng wen Qiang timothy (L) (WNA) (30), Shahin muhrez bin abdul hamid (L) (WNA) (27), Enjel (P) (WNI)
Korban selamat sedang ikut pencarian
Reza Selang (L) (WNI), Jailan Ayub (L) (WNI).(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !