160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Gunung Dukono Makan Korban, 2 WNA Dan 1 WNI Tewas, Kapolres : Evakusi Korban Masih Terkendala

Warga Negara Asing (WNA) yang berhasil di evakuasi oleh tim evakuasi gabungan.(foto/chalo)

Kilasmalut.com – Tim evakuasi gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi 16 pendaki Gunung Dukono yang selamat dari bencana erupsi, Jumat (8/5/2026). Namun tragedi tersebut menewaskan tiga pendaki, terdiri dari dua warga negara asing (WNA) asal Singapura bernama Sahnaz dan Timo, serta satu warga negara Indonesia (WNI) bernama Enjel.

Dari total 20 pendaki yang berada di kawasan pendakian, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat diterjangan material erupsi dan kondisi ekstrem di sekitar puncak gunung.

Tercatat, tiga WNA asal Singapura mengalami luka ringan. Selain itu, enam pendaki lainnya juga dilaporkan mengalami cedera ringan. Sementara dua pendaki lokal mengalami luka ringan, termasuk seorang porter yang mengalami dislokasi pada bahu kanan.

Diketahui erupsi ini terjadi sekitar pukul 08.05 Wit, saat itu beberapa pendaki baik WNA maupu WNI dan poter berada di dekat kawa gunung dukono.

Poter yang selamat dan berhasil di evakuasi.(foto/chalo)

Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengatakan proses evakuasi terhadap tiga korban meninggal dunia hingga kini masih mengalami kendala berat akibat buruknya jarak pandang dan aktivitas erupsi Gunung Dukono yang terus menyemburkan abu vulkanik.

“Tim evakuasi terus berupaya mengevakuasi korban meninggal dunia yang masih berada di puncak Gunung Dukono,”ujar Kapolres.

Sementara itu, para korban luka sempat mendapatkan penanganan darurat di Puskesmas Galela sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir Dan Longsor Di Halut

Polres Halmahera Utara juga akan meminta keterangan terhadap lima porter dan satu penanggung jawab pendakian terkait aktivitas pendakian yang diduga tetap dilakukan di tengah status waspada Gunung Dukono.

“Penanggung jawab pendakian bernama Eza saat ini masih berada di lokasi kejadian, sementara sebagian porter dan pendaki lainnya telah berhasil turun dalam kondisi selamat,”tambahnya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendakian dalam waktu dekat selama status Gunung Dukono masih berada pada level waspada, demi menghindari jatuhnya korban jiwa kembali.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !