160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Janjikan Umroh DI STQH Ke-XIII Hanya ‘Gimmick’ Seremonial, Bupati Dan Wakil Bupati Halut Di ‘Cap’ Ingkar Janji

Dok.Kantor Bupati Halut

Aris Ahmad Dan Nurain Jolo Gagal Cium Hajar Aswad

Kilasmalut.com – Euforia Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-XIII tahun 2025 di Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, kini berubah menjadi sorotan panas. Janji umroh yang disampaikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Halut, Piet Hein Babua dan Kasman Hi Ahmad, justru berujung dugaan pengingkaran di hadapan publik.

Pada malam pembukaan yang disaksikan masyarakat luas, Pemda Halut dengan lantang menjanjikan hadiah umroh bagi juara umum kategori dewasa sebuah pernyataan yang kala itu menuai apresiasi dan harapan besar. Namun kenyataan berbicara lain, satu tahun berlalu, janji tersebut tak kunjung ditepati.

Kritik keras pun bermunculan. Pemda Halut dinilai tidak hanya lalai, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat dalam momentum keagamaan yang seharusnya sakral dan penuh integritas.

Dua nama yang seharusnya diberangkatkan Aris Ahmad (Galela Barat) dan Nurain Jolo (Tobelo) hingga kini masih menggantung tanpa kejelasan. Lebih ironis, salah satu dari mereka mengaku tidak pernah dihubungi sama sekali sejak ajang STQH berakhir.

“Sampai sekarang tidak pernah ada komunikasi. Janji itu seperti hilang begitu saja,”ungkapnya dengan nada kecewa.

Situasi ini memantik pertanyaan tajam, apakah janji umroh tersebut sekadar pemanis panggung seremonial? Jika benar demikian, maka ini bukan sekadar kelalaian administratif melainkan pukulan telak terhadap kredibilitas pemimpin daerah.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi Di Bulan Ramadhan, Polres Halut Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Pers, Dan Tokoh Masyarakat

Di tengah nilai religius yang dijunjung dalam STQH, publik menilai pengingkaran ini berpotensi menjadi preseden buruk: janji di mimbar kehormatan bisa diucap, namun mudah diabaikan tanpa konsekuensi.

Terpisah Kabag Kesra dan Ekonomi Pemda Halut, Bahtiar Baba, ketika dikonfirmasi lewat telepon WhatsApp tidak menjawab, hingga berita ini di terbitkan.

Kini tekanan publik menguat. Masyarakat menanti sikap tegas, apakah Pemda Halut akan menepati janji yang telah diumbar di ruang terbuka, atau membiarkannya menjadi catatan hitam dalam sejarah komitmen kepemimpinan daerah.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !