160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Di Ujung Putus Asa, Della Menemukan Cahaya Dari Haji Robert 

Della Sari Putri Didi, terbaring diatas tempat tidur Setra Medika Hospital Minahasa dan sedang diperiksa oleh perawat.(istimewa)

Kilasmalut.com – Malam-malam di Galela tak lagi sama bagi sebuah keluarga kecil. Di antara sunyi yang panjang, ada doa-doa yang dipanjatkan dengan suara bergetar, ada air mata yang jatuh diam-diam, dan ada harapan yang sempat nyaris padam.

Di tengah semua itu, berdiri seorang perempuan muda yang terus bertahan Della Sari Putri Didi (29).

Usianya belum genap menua, mimpinya pun belum selesai. Namun takdir membawanya pada sebuah ujian berat: diagnosis D21, tumor jinak pada jaringan ikat dan jaringan lunak. Penyakit itu mungkin disebut “jinak”, tetapi bagi Della dan keluarganya, rasa sakit, ketakutan, dan ketidakpastian yang datang bersamanya sama sekali tidak sederhana.

Hari-harinya berubah. Yang dulu biasa kini menjadi perjuangan. Yang dulu ringan kini terasa berat. Bahkan untuk sekadar berharap, mereka harus berjuang.

Della sempat dirawat di RSUD Tobelo. Di sana, keluarga menggantungkan harapan berharap ada jalan pulang menuju sehat. Namun kenyataan perlahan mematahkan harapan itu. Keterbatasan fasilitas membuat pengobatan tak bisa dilanjutkan. Seolah pintu terakhir tertutup perlahan di depan mereka.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi Di Bulan Ramadhan, Polres Halut Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Pers, Dan Tokoh Masyarakat

Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kita sayangi menderita dan kita tak mampu berbuat apa-apa.

Hari-hari pun dilalui dengan cemas. Keluarga hanya bisa menatap, berdoa, dan mencoba kuat meski di dalam hati, mereka tahu, waktu tidak selalu berpihak.

Namun, di titik terendah itulah, keajaiban kecil datang mengetuk.

Sebuah uluran tangan hadir, bukan dari kewajiban, tetapi dari ketulusan. Presiden Direktur PT. NHM, Haji Robert Nitiyudo Wachjo, dengan kepeduliannya memilih untuk tidak tinggal diam. Ia membuka jalan yang sebelumnya tertutup, memberi harapan yang hampir hilang.

Tanpa banyak kata, tanpa banyak sorotan, bantuan itu menjadi cahaya di tengah gelap.

Della diterbangkan ke Manado.

Perjalanan itu bukan sekadar berpindah kota. Itu adalah perjalanan dari putus asa menuju harapan. Dari ketidakpastian menuju kemungkinan untuk sembuh. Dari air mata menuju secercah senyum yang mulai kembali.

Hari ini, Rabu (15/4), menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan.

Di sebuah ruang operasi di Manado, Della akan menjalani operasi pertamanya. Sebuah langkah awal yang menentukan bukan hanya bagi kesembuhannya, tetapi bagi seluruh harapan yang selama ini diperjuangkan dengan air mata.

Baca Juga :  PSI Halut Salurkan Bantuan Ke Warga Muslim Gorua, Tegaskan Komitmen Tanpa Sekat

Di luar ruang itu, keluarga menunggu. Dengan tangan yang saling menggenggam, dengan doa yang tak putus-putus.

Suara mereka bergetar saat menyampaikan rasa terima kasih.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Haji Robert. Beliau orang yang sangat dermawan, membantu orang-orang yang sakit. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan,”ungkap Fuji Pangandro, lirih, menahan haru.

Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar biaya pengobatan.

Ini adalah napas baru.

Ini adalah kesempatan kedua.

Ini adalah harapan yang dihidupkan kembali dari hampir mati.

Kisah Della mengajarkan satu hal yang sederhana, namun dalam, bahwa di dunia yang kadang terasa kejam, masih ada hati yang memilih peduli. Bahwa satu tangan yang terulur bisa menyelamatkan satu kehidupan.

Kini, semua doa berkumpul di satu tempat di ruang operasi itu.

Di sanalah, Della sedang berjuang.
Dan di sanalah, harapan sedang diperjuangkan dengan segenap cinta.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !