
Kilasmalut.com – Aktivitas pengurugan lahan untuk pembangunan kawasan Galaxy Mart 2 di Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, resmi dimulai. Proyek ini digarap di atas lahan seluas 15.813 meter persegi dan ditargetkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Pihak pelaksana, melalui HT, menegaskan bahwa material tanah yang digunakan dalam proses pengurugan berasal dari lahan milik pribadi. Ia memastikan tidak ada aktivitas jual beli material dalam proyek tersebut.
“Tanah yang kami gunakan merupakan milik pribadi dan hanya untuk kebutuhan pembangunan, bukan untuk diperjualbelikan,”jelasnya, Rabu (15/4).
Namun di tengah pengerjaan, keluhan warga mulai mencuat terkait debu yang beterbangan selama proses pengangkutan material. Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya faktor tambahan dari kondisi alam.
Menurut HT, meningkatnya sebaran debu juga dipengaruhi oleh aktivitas erupsi Gunung Dukono yang belakangan intens mengeluarkan abu vulkanik, sehingga memperparah kondisi di lapangan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Selain aktivitas pengangkutan, kondisi ini juga dipengaruhi abu vulkanik dari Gunung Dukono. Kedepan, kami akan berupaya menutup material agar debu tidak semakin bertebaran,”tambahnya.
Di sisi lain, pembangunan Galaxy Mart 2 diharapkan membawa dampak positif bagi daerah, terutama dalam mendorong geliat ekonomi lokal di Kabupaten Halmahera Utara.
“Kami berharap dukungan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar, sehingga ke depan Halmahera Utara bisa berkembang dan sejajar dengan daerah lain,”tuturnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !