Kilasmalut.com – Panen Raya Budidaya Ikan Nila Perikanan Modern Sadakah Farm di BUMDesa Toluaes, Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), pada Selasa (1/10), menjadi momentum untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Halut, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., bersama Kepala Desa Soahukum Remer Hein Sinyiang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halut, Victor O. Mangimbulude, Kepala DPMD Naftali Gita, Camat Kao Barat, Abihud Jawali, perwakilan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan Kinerja Sosial dan Urusan Regional, Irwan Malaka, serta unsur pemerintah, BUMDes, kelompok pembudidaya dan masyarakat.
Program budidaya ikan nila tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, pengembangannya diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi mampu membentuk rantai usaha perikanan yang berkelanjutan.
Kepala Desa Soahukum Remer Hein Sinyiang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, PT NHM, BUMDes dan masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan nila.
Ia berharap program tersebut terus diperluas agar mampu mendorong Soahukum menjadi desa yang produktif, mandiri dan memiliki sumber pendapatan berbasis potensi lokal.
Senada juga disampaikan Camat Kao Barat, Abihud Jawali menegaskan bahwa, program ketahanan pangan harus dijalankan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah satu kali panen.
Menurutnya, sektor perikanan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, sekaligus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian melalui program cetak sawah.
Sementara itu, perwakilan PT NHM, Irwan Malaka, mengatakan dukungan perusahaan terhadap pengembangan budidaya ikan nila diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Saat ini, usaha tersebut telah memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 15 hingga 20 keluarga. Namun, menurutnya, potensi pengembangan masih terbuka lebar.
Ia mendorong agar pengelolaan usaha tidak hanya berhenti pada produksi ikan, tetapi dikembangkan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih dan pakan hingga pemasaran hasil panen.
Dengan demikian, usaha budidaya ikan nila diharapkan mampu membentuk ekosistem bisnis yang mandiri dan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Di hadapan masyarakat, Wakil Bupati Halut Kasman Hi. Ahmad memberikan penekanan khusus. Ia meminta panen raya tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus benar-benar menghasilkan perubahan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Panen raya ini jangan hanya dilihat sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana usaha ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,”tegas Kasman.
Kasman menilai, keberhasilan pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, BUMDes dan masyarakat.
Karena itu, sinergi yang telah terbangun dalam pengembangan budidaya ikan nila harus terus diperkuat, terutama dalam memastikan keberlanjutan produksi, penguatan kapasitas pembudidaya, hingga membuka akses pasar.
Ia berharap budidaya ikan nila di Desa Soahukum tidak berhenti pada momentum panen, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Panen raya ini pun diharapkan menjadi titik awal penguatan potensi lokal Desa Soahukum dari sekadar menghasilkan ikan, menjadi mesin ekonomi baru yang mampu menopang ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat desa.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !