160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Dari Tiongkok Ke Gotalamo, Rahim : Kami Akan Kembangkan Hortikultura Dan Ikan Nilai Di Danau Galela

Kades Gotalamo, Rahim Barakati, mengikuti pelatihan dan sertifikasi peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa di Tiongkok.(istimewa)

Kilasmalut.com – Bukan sekadar pulang membawa sertifikat. Kepala Desa Gotalamo, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Rahim Barakati, membawa pulang misi untuk membedah dan mengadaptasi model pembangunan desa modern yang dipelajarinya langsung di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Rahim menjadi salah satu kepala desa Indonesia yang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa di Tiongkok pada 14 Juli sampai 4 Agustus 2026, melalui kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah RRT.

Program tersebut merupakan undangan dari Kementerian Perdagangan RRT dan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan RRT. Kegiatan dikoordinasikan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI serta Kedutaan Besar RRT di Jakarta, dengan dukungan pembiayaan Pemerintah Tiongkok.

Selama mengikuti program, para kepala desa tidak hanya dijejali teori di ruang kelas. Mereka juga mengikuti diskusi, pelatihan, hingga kunjungan langsung ke sejumlah kawasan pertanian modern dan desa yang dinilai berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pembelajaran berlangsung di Beijing, Yunnan, dan Changsha, Provinsi Hunan, dengan materi yang mencakup modernisasi pertanian, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan warga, penguatan kelembagaan petani, hingga pemanfaatan teknologi.

Pulang dari Tiongkok, Rahim Tak Ingin Gotalamo Jalan di Tempat

Bagi Rahim, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan luar negeri. Ia melihat langsung bagaimana teknologi, inovasi, tata kelola sumber daya, dan partisipasi masyarakat dapat dikombinasikan untuk mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  NHM Dan AMPP-TOGAMMOLOKA Salurkan Hewan Kurban 

Menurutnya, satu pelajaran penting dari Tiongkok adalah pembangunan tidak bisa dilakukan dengan menyalin mentah model dari daerah lain. Setiap desa harus membangun berdasarkan potensi dan karakter masyarakatnya sendiri.

“Yang paling penting adalah bagaimana ilmu yang kami dapat bisa bermanfaat. Kami akan menyesuaikannya dengan kondisi dan potensi Desa Gotalamo, sehingga inovasi yang diterapkan benar-benar dibutuhkan masyarakat,”jelas Rahim, Kamis (13/8).

Pose bersama sejumlah Kades dengan pemerintah Tiongkok.(istimewa)

Ia menegaskan, pemerintah desa tidak mungkin bekerja sendirian. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar setiap program tidak berhenti sebatas perencanaan atau proyek fisik, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan ekonomi dan sosial.

Rahim juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI H. Yandri Susanto dan Wakil Menteri Ahmad Riza Patria atas dukungan peningkatan kapasitas kepala desa.

“Kesempatan ini sangat berarti bagi kami. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat kami manfaatkan untuk masyarakat Desa Gotalamo,”tuturnya.

Hortikultura Jadi Senjata Ekonomi Desa Gotalamo

Sekembalinya dari Tiongkok, Rahim mulai membidik sektor yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Gotalamo, pertanian hortikultura.

Ia menilai potensi tersebut tidak boleh dibiarkan berjalan secara konvensional. Pengembangan pertanian harus diarahkan agar produktivitas dan nilai ekonominya meningkat, sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  Petani Tuntut Harga Buah Kelapa Rp.3.000, Bupati Halut Lepas Tangan, 'Pemda Tak Bisa Atur Harga'

“Ke depan kami akan fokus membangun pertanian sebagai potensi desa. Kami akan bekerja sama dengan masyarakat yang saat ini telah menggeluti dunia pertanian,”katanya.

Menurut Rahim, pembangunan desa tidak boleh hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah apakah ekonomi masyarakat tumbuh, kemampuan warga meningkat, dan pelayanan pemerintahan semakin baik.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan masyarakat, tumbuhnya ekonomi lokal, serta kualitas pelayanan pemerintah desa,”tegasnya.

Danau Galela Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru

Tak berhenti pada hortikultura, Rahim juga mulai melirik Danau Galela sebagai potensi ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia berencana mendorong pemanfaatan kawasan tersebut untuk pengembangan budidaya ikan nila, menyusul prospek harga ikan nila yang dinilai cukup baik saat ini.

“Kami akan memanfaatkan Danau Galela untuk membuat tambak ikan nila. Ini sebagai potensi desa dan mendorong ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Desa Gotalamo untuk mengembangkan potensi desa secara lebih luas. Bagi Rahim, pengalaman belajar di Tiongkok justru membuka perspektif bahwa desa memiliki banyak sumber daya yang dapat dikembangkan apabila dikelola dengan inovasi, perencanaan, dan keterlibatan masyarakat.

Ia berkomitmen menjadikan pengalaman internasional tersebut sebagai pemicu perubahan, bukan sekadar catatan perjalanan.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!