
Kilasmalut.com – Kota Tobelo kembali jadi korban. Setiap kali Gunung Dukono batuk, abu vulkanik turun tanpa ampun menyelimuti jalanan, kantor, sekolah, hingga pusat ekonomi. Situasi ini bukan lagi insiden sesaat, tapi sudah menjelma krisis berulang yang kian menekan nadi kehidupan di ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.
Aktivitas pemerintahan tersendat. Proses belajar mengajar terganggu. Dunia usaha ikut tercekik. Bahkan, geliat investasi disebut mulai kehilangan daya tarik akibat ancaman abu yang datang nyaris tanpa jeda.
Melihat kondisi yang terus berulang ini, politisi PKB sekaligus anggota DPRD Halut, Fahmi Musa, melontarkan usulan berani, memindahkan pusat ibu kota dari Tobelo ke wilayah yang lebih aman seperti Galela.
“Pusat Kota Kabupaten Halut ini sudah harus dipindahkan dengan pertimbangan yang ada. Setiap kali Gunung Dukono meletus, aktivitas pasti terganggu,”tegas Fahmi, Jumat (17/4).
Menurutnya, dampak abu vulkanik bukan hanya dirasakan warga lokal. Tamu dari luar daerah yang datang ke Halut pun kerap mengeluh mulai dari gangguan kesehatan hingga ketidaknyamanan beraktivitas.
“Ini bukan sekadar gangguan kecil. Abu vulkanik ini bisa berdampak serius bagi kesehatan, baik orang dewasa maupun anak-anak,”ujarnya.
Fahmi menekankan, wacana pemindahan ibu kota bukan keputusan emosional, melainkan peringatan keras atas ancaman jangka panjang yang selama ini terkesan diabaikan. Ia juga mendorong agar langkah tersebut dikaji secara akademik dan menyeluruh.
“Ini bukan masalah jangka pendek. Letusan Dukono adalah persoalan jangka panjang. Harus ada kajian serius jika kita ingin menyelamatkan aktivitas daerah ke depan,”ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa hujan abu yang berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan telah memberi dampak nyata pada ekonomi lokal. Masyarakat mulai enggan beraktivitas di luar rumah, termasuk untuk berbelanja.
“Kalau terus seperti ini, perputaran ekonomi akan terganggu. Orang malas datang ke Tobelo karena terganggu abu,”tandasnya.
Kini, di tengah abu yang terus turun dari langit Halut, satu pertanyaan besar mengemuka, bertahan di bawah bayang-bayang Dukono, atau berani mengambil langkah ekstrem demi masa depan daerah.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !