160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pertamax Naik Rp. 16.250, Pertalite Raib Di Halut, Pemuda Muhammadiyah Bongkar Dugaan Mafia BBM, Alkahfi : Pemda Dan Polisi Jangan ‘Tidur’

Antrian kendaraan menggunakan tangki saat melakukan antrian BBM jenis Pertalite di SPBU Wari.(foto/Gus)

Kilasmalut.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax hingga Rp16.250 per liter mulai memicu keresahan masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara. Di tengah mahalnya BBM non subsidi, warga justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Halut.

Kondisi ini memantik sorotan keras dari Ketua Bidang Humas Pemuda Muhammadiyah Halut, Alkahi Hi. Ahmad. Ia menilai kenaikan Pertamax akan berdampak langsung pada tarif transportasi, apalagi Pertalite yang menjadi andalan masyarakat kecil semakin sulit ditemukan.

“Dengan adanya kenaikan harga BBM non subsidi ini, tentu akan berpengaruh pada tarif transportasi. Sementara BBM subsidi jenis Pertalite justru sulit didapat di SPBU yang ada di Halut,”tegasnya.

Baca Juga :  Jembatan Ake Aru Putus Dihantam Banjir, Anggota DPRD Halut Turun Lapangan, Akses Galela–Loloda Tak Boleh Berlarut Terisolasi

,

Ia juga menyoroti maraknya kendaraan yang diduga menggunakan tangki rakitan untuk memborong BBM subsidi di SPBU. Menurutnya, praktik tersebut menjadi salah satu penyebab masyarakat dan sopir angkutan umum kesulitan memperoleh Pertalite.

Pemuda Muhammadiyah Halut mendesak Polres Halmahera Utara segera turun tangan melakukan penertiban di seluruh SPBU yang ada di Halut.

“Kami mendesak Kapolres Halut segera bertindak. Jangan biarkan kendaraan bertangki rakitan bebas antre dan mengisi BBM subsidi untuk kepentingan bisnis. Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat kecil yang jadi korban,”katanya.

Baca Juga :  Patroli KRYD Polsek Kao Berhasil Sita Miras Jenis Cap Tikus

Tak hanya aparat kepolisian, ia juga menyentil sikap Pemerintah Daerah Halmahera Utara yang dinilai lamban merespons persoalan kelangkaan BBM subsidi di tengah kenaikan harga Pertamax.

“Pemda Halut jangan tidur melihat kondisi ini. Harus ada tindakan tegas terhadap SPBU yang masih melayani kendaraan dengan tangki rakitan. Jangan biarkan mafia BBM bermain seenaknya sementara masyarakat dan angkutan umum kesulitan mendapatkan Pertalite,”ujarnya geram.

Ia menegaskan, apabila praktik dugaan mafia BBM terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas terhadap ekonomi masyarakat, terutama lonjakan tarif transportasi yang berpotensi naik drastis dalam waktu dekat.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!