
Pendapatan Anjlok, Jeritan Petani Kian Nyaring
Kilasmalut.com – Rencana PT NICO menurunkan harga beli buah kelapa pekan depan memicu kegelisahan serius di kalangan petani. Dari harga saat ini Rp2.500 per buah, perusahaan tersebut akan memangkas Rp150 menjadi Rp2.350 per buah sebuah angka yang dinilai makin menekan ekonomi petani di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kebijakan ini dinilai tidak berpihak pada petani yang selama ini bergantung penuh pada stabilitas harga kelapa. Di saat harga sembako terus merangkak naik, justru pendapatan petani terancam dipangkas tanpa kejelasan.
“Iya, pekan depan rencana diturunkan Rp150,”ungkap salah satu pengumpul saat dikonfirmasi, Rabu (1/4).
Ironisnya, penurunan harga ini terjadi saat proses produksi disebut tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan petani yang mulai mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut.
Sejumlah petani bahkan meluapkan kekecewaan mereka kepada para pengumpul. Mereka menilai keputusan ini tidak transparan dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi petani kecil yang sudah berada di titik rentan.
Jika tidak ada penjelasan terbuka dari pihak perusahaan, kebijakan ini dikhawatirkan akan memicu gelombang protes petani yang merasa diperas di tengah situasi ekonomi yang kian sulit.
Petani juga meminta agar Pemda dan DPRD Halut merevisi kembali Perda no 02 tahun 2025. Karena dianggap merugikan petani kelapa.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak perusahan PT. NICO.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !