160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Gelar Operasional Triwulan III, Kapolda Malut Tekankan Kesiapsiagaan Dan Pencegahan Konflik

Kapolda Malut, Irjen Pol. Arif Budiman.(foto/humas)

Kilasmalut.com – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam dan potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Maluku Utara.

Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolda memimpin Gelar Operasional Triwulan III Tahun 2026 dalam rangka Analisa dan Evaluasi (Anev) situasi Kamtibmas di Aula SPN Gurabati, Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/11).

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, S.I.K., M.H., M.M., para pejabat utama Polda Maluku Utara, Kapolres dan Kapolresta, serta para Kabag Ops, Kasat Reskrim, dan Kasat Intelkam jajaran Polres.

Ia menegaskan bahwa, gelar operasional bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk membedah capaian kinerja, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan langkah strategis guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Baca Juga :  ICMI Malut Dampingi Petani Galela, Fokus Pada Penguatan Hortikultura

Ia mengingatkan, kondisi geografis Maluku Utara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran. Ancaman gempa bumi, banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem menuntut kesiapan personel dan peralatan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait harus terus diperkuat. Jangan sampai keterlambatan respons justru memperbesar dampak bencana dan penderitaan masyarakat.

Tak hanya bencana alam, Kapolda juga menyoroti potensi konflik sosial yang dapat dipicu kesalahpahaman, sengketa lahan hingga penyebaran informasi bohong atau hoaks.

“Seluruh jajaran diminta tidak lengah dan harus mengedepankan deteksi dini serta langkah pencegahan. Komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat juga perlu diperkuat agar setiap persoalan yang berpotensi memicu konflik dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas,”jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kode Etik Berat, Oknum Pegawai P3K Bandara Gamar Malamo Terancam Di Pecat

Kapolda menekankan, penanganan bencana maupun konflik sosial harus dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi setiap potensi ancaman.

“Dalam setiap tindakan, personel juga diminta mengutamakan keselamatan masyarakat, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja dan satuan wilayah atas dedikasi dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh personel terus memperkuat loyalitas, disiplin dan profesionalisme agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta menghadirkan pelayanan yang optimal.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!