160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Galela Diliputi Asap Tebal, Kebakaran Lahan 20 Hektare Ancam Permukiman Desa Pune

Kebakaran lahan di Desa Pune, petugas berupaya padamkan api agar tidak merembet ke permukiman warga.(istimewa)

Kilasmalut.com – Kemarau panjang yang melanda Maluku Utara mulai menunjukkan taringnya. Kebakaran lahan berskala besar mengamuk di belakang Desa Pune, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Senin (24/8), sekitar pukul 14.10 Wit.

Api yang terus membesar dilaporkan telah melahap lebih dari 20 hektare lahan dan bergerak mengarah ke kawasan permukiman warga. Situasi kian mengkhawatirkan setelah asap tebal mulai menyelimuti Desa Pune, memicu kekhawatiran masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Hingga kini, titik awal munculnya api belum diketahui secara pasti. Namun, kobaran si jago merah disebut merambat dari kawasan perkebunan hingga mendekati permukiman warga.

Baca Juga :  Drone Thermal Brimob 'Bongkar' Titik Korban Di Bibir Kawah Dukono, Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenaza Pendaki WNI

Camat Galela, Rahwin Silim, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

“Terjadi kebakaran lahan sekitar 20 hektare lebih. Titik apinya mulai dari kawasan kebun hingga mengarah ke permukiman warga,”ujar Rahwin saat dikonfirmasi, Senin (24/8).

Menurutnya, petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api semakin meluas hingga masuk ke kawasan permukiman.

“Saat ini asap tebal sudah menyelimuti permukiman warga. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan ikut membantu pihak pemadam agar kobaran api bisa segera dikendalikan,”katanya.

Baca Juga :  Cap Tikus Diselundupkan Ke Weda, Polisi Sikat Di Pelabuhan

Kebakaran tersebut juga telah melalap sejumlah kawasan perkebunan milik warga. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan luas total kebun yang hangus maupun nilai kerugian material yang ditimbulkan.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, Rahwin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan kebun maupun lahan.

“Jangan sampai kelalaian kecil berubah menjadi bencana besar. Musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah menjalar dan pada akhirnya justru merugikan masyarakat sendiri,”tegasnya.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!