160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bukan Sekadar Beli Kelapa, PT NICO Disebut Angkat Harga Dan Buka Keran Ekonomi Masyarakat Galela

Julkarnain salah satu pengepul yang memasok buah kelapa ke PT. NICO.(foto/chalo)

Kilasmalut.com – Ketika harga buah kelapa masih dipandang sebelah mata, PT NICO justru telah membuka pasar bagi masyarakat Galela. Sejak 2021, perusahaan ini mulai membeli kelapa langsung dari jaringan pengepul dan petani, menciptakan jalur pemasaran baru yang hingga kini tetap menjadi tumpuan ekonomi warga.

Salah satu saksi perjalanan itu adalah Julkarnain, pengepul kelapa senior asal Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan. Ia mengaku menjadi salah satu pengepul pertama yang memasok bahan baku kelapa ke PT NICO sejak perusahaan tersebut mulai beroperasi membeli buah kelapa pada 2021.

Saat itu, harga kelapa yang dibeli masih berada di angka Rp.500 per buah. Meski jauh di bawah Rp1.000, masyarakat tetap menjual hasil kebunnya melalui jaringan pengepul yang menyuplai ke PT NICO.

“Dulu NICO pertama kali beli buah kelapa, saat itu saya orang pertama yang pasok bahan baku ke NICO. Waktu itu harga buah kelapa Rp.500 per buah,”ujar Julkarnain, Jumat (21/8).

Perjalanan itu, kata dia, tidak selalu mulus. Julkarnain bahkan sempat menghentikan aktivitas pembelian karena kesulitan mendapatkan tenaga kerja untuk memuat kelapa ke kendaraan pengangkut.

Namun, ia kembali bangkit dan melanjutkan usaha pengepulannya. Hingga kini, ia masih menjadi salah satu pemasok yang bermitra dengan PT NICO.

Menurut Julkarnain, perubahan harga dari Rp.500 hingga kini mencapai sekitar Rp.1.700 per buah menunjukkan bahwa keberadaan pasar yang dibuka PT NICO telah memberi pilihan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, bahkan ketika harga masih Rp.500 per buah, masyarakat sudah menjual kelapa kepada pengepul. Kini, dengan harga yang lebih tinggi, minat masyarakat untuk menjual buah kelapa masih tetap besar.

Baca Juga :  Rutan Soasiu, Tidore Kepulauan Buka Suara Soal Dugaan Insiden Perkelahian

“Dulu harga Rp.500 saja masyarakat sudah jual. Sekarang Rp.1.700 per buah, tentu masih banyak masyarakat yang memilih menjual buah kelapa daripada mengolahnya menjadi kopra,”katanya.

Bukan Sekedar Membeli, PT. NICO Dinilai Membuka Ruang Ekonomi Warga

Bagi Julkarnain, kehadiran PT NICO tidak semata-mata soal transaksi jual beli kelapa. Perusahaan, kata dia, telah membuka peluang ekonomi baru bagi pengepul maupun masyarakat yang membutuhkan akses cepat untuk menjual hasil kebun.

Menurutnya, ketika masyarakat membutuhkan uang secara mendadak, kelapa yang sebelumnya harus melalui proses panjang untuk diolah menjadi kopra kini memiliki jalur penjualan alternatif.

“Dulu awal masuknya PT NICO, harga kelapa Rp.500 per buah saja banyak masyarakat yang menjual kepada kami. Kita harus bersyukur karena dengan masuknya PT NICO, kita bisa membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan uang. Ada dampaknya, baik bagi pengepul maupun masyarakat,”terangnya.

“Semenjak bekerja sama dengan PT. NICO ada manfaat bagi kami, dimana kesejahteraan keluarga kami sangat terjamin, dampaknya kami rasa betul dengan hadirnya PT. NICO ini,”sambungnya.

Ia bahkan mengaku memiliki pengalaman tersendiri dalam membangun komunikasi dengan pihak perusahaan.

Setiap kali muatan kelapanya masuk ke pabrik, Julkarnain mengatakan dirinya kerap diajak berdiskusi langsung mengenai kualitas dan ukuran buah kelapa yang dipasok.

Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya merasa nyaman bermitra dengan PT NICO.

Baca Juga :  Hari Jadi Ke-23, Bidpropam Polda Malut Rayakan Dengan Syukuran Dan Santuni Anak Yatim

“Setiap kali muatan saya masuk ke pabrik, Ko Olaf selalu memanggil saya ke kantor. Dia menanyakan soal buah kelapa yang saya dapat karena ukurannya besar-besar. Buah kelapa itu bahkan sudah dikupas dan ditaruh di atas meja, lalu kami berdiskusi. Itu yang saya senang, orangnya sangat ramah,”bebernya.

Jalan Rusak Dibantu Perbaiki, Perusahaan Tuai Apresiasi 

Tak hanya membuka pasar bagi komoditas kelapa, Julkarnain juga mengungkapkan keterlibatan PT NICO dalam membantu perbaikan sejumlah akses jalan yang digunakan untuk aktivitas pengangkutan hasil kebun.

Ia menyebut, jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas transportasi maupun jalur yang dibuka untuk kebutuhan pengangkutan pernah mendapat bantuan material dari perusahaan.

Menurut Julkarnain, bantuan tersebut juga mendapat dukungan dari Janlis G. Kitong.

“Ada jalan yang rusak kemudian diperbaiki. Ada juga badan jalan yang saya buka untuk kepentingan pemuatan. Saya meminta bantuan PT NICO untuk menurunkan material sertu dan itu dibantu perusahaan. Pak Janlis G. Kitong juga ikut membantu,”tuturnya.

Atas pengalaman tersebut, Julkarnain menilai PT NICO telah memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh sebagian masyarakat dan pelaku usaha pengepul di Galela.

Baginya, perjalanan dari harga Rp500 per buah pada awal 2021 hingga sekitar Rp1.700 per buah saat ini menjadi gambaran bahwa keberadaan perusahaan telah membuka pasar baru dan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menjual hasil kelapa mereka.

“Maka, kita harus mengapresiasi PT NICO,”pungkas.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!