

Kilasmalut.com – Marwah dan kemegahan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, tercoreng. Arena yang seharusnya menjunjung sportivitas justru berubah menjadi panggung kontroversi setelah tim tinju Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menuding adanya “perampokan kemenangan” oleh perangkat pertandingan.
Insiden panas itu terjadi saat petinju Haltim berhadapan dengan atlet tinju asal Kabupaten Kepulauan Sula. Keputusan wasit yang memenangkan petinju Sula memicu kemarahan kubu Haltim hingga berujung aksi walk out dari arena pertandingan.
Dalam konferensi pers, Sabtu (13/6), Head Coach Tinju Haltim, Ali Hamisi, meluapkan kekecewaannya. Ia menegaskan anak asuhnya tampil dominan sepanjang pertandingan dan beberapa kali melancarkan pukulan keras yang nyaris membuat lawan tumbang KO. Namun, di luar dugaan, kemenangan justru diberikan kepada atlet Kepulauan Sula.
“Semua penonton, bahkan aparat keamanan melihat dengan mata kepala sendiri kalau kami menang. Tapi keputusan wasit justru membalikkan fakta di arena,”kecam Ali.
Ali mengaku semakin curiga setelah mengetahui keputusan kemenangan disebut diumumkan lebih dulu sebelum rekapitulasi nilai dari dewan juri selesai dilakukan.
Menurutnya, saat dirinya melakukan protes ke meja juri, proses rekap poin justru baru dilakukan setelah komplain dilayangkan. Kondisi itu membuat kubu Haltim menilai ada kejanggalan serius dalam proses penilaian pertandingan.
“Ini sangat keliru. Kami merasa kemenangan kami dirampok. Kalau keputusan diumumkan sebelum rekap nilai selesai, lalu dasar kemenangan itu apa?”tegasnya.
Merasa pertandingan telah dicemari dugaan ketidakadilan dan kecurangan, Ali akhirnya memutuskan menarik seluruh atlet Haltim dari arena sebagai bentuk protes keras terhadap panitia dan komisi pertandingan.
“Demi harga diri daerah kami, saya tarik seluruh pasukan keluar dari arena. Kami tidak akan kembali bertanding,”tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua Pertina Haltim itu mendesak Ketua KONI Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Pengprov Pertina Malut untuk segera mengevaluasi total perangkat pertandingan, komisi pertandingan, hingga panitia pelaksana yang dianggap telah mencoreng nama besar Porprov V Maluku Utara.
Ia bahkan menyebut dugaan kecurangan tersebut sebagai “kejahatan besar” dalam pesta olahraga yang seharusnya menjadi simbol persaudaraan dan sportivitas masyarakat Maluku Utara.(red)


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !