160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bukan Sekadar Cerita Kampung, Komar Bawa Sejarah Tobelo-Galela Ke Panggung Internasional

Penulis buku, Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim

Kilasmalut.com – Di usia ketika sebagian besar anak muda masih sibuk mencari arah, Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim justru telah membawa sejarah kampung halamannya menembus panggung akademik internasional.

Sosok pemuda berusia 19 tahun itu membuktikan bahwa sejarah lokal Maluku Utara bukan sekadar cerita yang tersimpan di kampung-kampung dan diwariskan dari mulut ke mulut. Di tangan generasi muda yang kritis dan berwawasan luas, sejarah Tobelo-Galela kini berbicara di ruang akademik lintas negara.

Komar, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa semester V Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Putra ketiga dari mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., ini mendapat undangan resmi dari National Historical Commission of the Philippines (NHCP) untuk tampil dalam National Conference on Local History and Heritage.

Dalam forum bergengsi tersebut, Komar mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Balangingi dan Tobelo-Galela. Dutch Newspaper Reports on Piracy and Slavery in Indonesian and Philippine Waters in the 19th Century” di Binan City Studies Center, Filipina, Rabu, 26 Agustus 2026.

Bukan sekadar memaparkan sejarah, Komar membongkar jejak hubungan maritim yang selama ini nyaris luput dari perhatian, keterhubungan antara Tobelo-Galela di pesisir utara Pulau Halmahera dengan kawasan maritim Filipina pada abad ke-19.

Melalui penelitian berbasis sumber sejarah, ia menelusuri pemberitaan surat kabar berbahasa Belanda yang merekam berbagai aktivitas di kawasan perairan Indonesia timur hingga Filipina selatan. Catatan kolonial itu memuat kisah tentang perompakan, penyerangan, penangkapan manusia hingga perdagangan budak.

Namun, bagi Komar, catatan sejarah tersebut tidak bisa ditelan mentah-mentah.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite Dan Solar Subsidi Tetap

Ia justru mengajak peserta konferensi untuk membedah cara kolonial membangun narasi tentang masyarakat maritim. Dalam penelitiannya, pemberitaan surat kabar Belanda mengenai aktivitas Tobelo-Galela dan komunitas maritim lainnya dinilai tidak berdiri dalam ruang kosong, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan politik pemerintahan kolonial dalam membangun legitimasi untuk memberantas perompakan dan perdagangan budak.

Di titik inilah Komar tidak sekadar membaca sejarah, tetapi mempertanyakan siapa yang menulis sejarah, dari sudut pandang siapa sejarah itu dibangun, dan kepentingan apa yang tersembunyi di balik narasi tersebut.

Kajian Komar juga mengungkap fakta penting bahwa perairan Indonesia dan Filipina pada masa itu bukanlah ruang yang berdiri sendiri dan terpisah secara kaku seperti batas negara saat ini. Laut justru menjadi ruang perjumpaan.

Komunitas maritim bergerak dalam jaringan yang saling terhubung, melintasi Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Kepulauan Maluku hingga kawasan Filipina. Dalam sumber-sumber yang ditelitinya, Tobelo dan Galela disebut sebagai komunitas pesisir utara Halmahera yang berinteraksi dengan jaringan maritim yang jauh lebih luas.Bagi Komar, penelitian tersebut bukan sekadar tugas akademik. Ada ikatan emosional yang kuat di dalamnya.

Latar keluarganya yang memiliki keterikatan dengan Galela mendorongnya menggali kembali jejak leluhur melalui tradisi lisan dan pengetahuan lokal. Semua itu kemudian dipadukan dengan metode penelitian sejarah yang ia pelajari di bangku kuliah.

Dari cerita lokal, Komar membangun penelitian. Dari ingatan leluhur, ia menelusuri arsip. Dan dari Galela, ia membawa sebuah diskusi sejarah hingga ke forum internasional.

Komar yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) FIB UGM tahun 2026 berhasil menunjukkan bahwa sejarah lokal tidak harus berhenti sebagai konsumsi masyarakat daerah.

Baca Juga :  Aktifkan Satgas Ramadhan Dan Idul Fitri 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Siap Amankan Pasokan Energi

Dengan pendekatan akademik, sejarah Tobelo-Galela dapat ditempatkan dalam konteks yang jauh lebih luas: sejarah Asia Tenggara, jaringan maritim, kolonialisme, perdagangan manusia dan pertarungan narasi kekuasaan.

Kiprahnya di forum internasional itu sekaligus membuka mata peserta konferensi mengenai kekayaan sejarah dan budaya Tobelo-Galela serta keterkaitannya dengan dinamika kawasan Asia Tenggara.

Komar juga telah menunjukkan konsistensinya dalam merawat memori sejarah Maluku Utara melalui karya tulis. Pada 2026, ia menerbitkan buku berjudul “Perlawanan Rakyat Galela Tahun 1946–1949.”

Buku tersebut menjadi bukti bahwa kecintaannya terhadap sejarah lokal tidak berhenti di ruang kuliah atau forum ilmiah. Ia berupaya mendokumentasikan jejak perjuangan masyarakat Maluku Utara agar tidak hilang ditelan zaman dan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di usia yang baru 19 tahun, Komar telah melangkah jauh.

Ia membawa nama UGM ke forum internasional, tetapi lebih dari itu, ia juga membawa Tobelo, Galela, Halmahera dan Maluku Utara masuk ke dalam percakapan sejarah lintas negara.

Kiprah Komar menjadi pesan kuat bahwa generasi muda Maluku Utara memiliki kemampuan untuk berdiri sejajar di ruang akademik internasional.

Dari Halmahera menuju Filipina, Komar membawa sejarah yang selama ini tersimpan di pesisir utara pulau. Ia membuktikan bahwa sejarah daerah bukan cerita kecil. Ketika diteliti secara serius dan dibaca secara kritis, sejarah lokal bisa menjadi bagian penting dari sejarah dunia.

Dan di tengah derasnya arus globalisasi, langkah Komar menjadi pengingat bahwa mengenal dunia tidak harus membuat seseorang melupakan akar. Justru dari akar itulah seseorang dapat berbicara kepada dunia.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!