160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla

Tim EMT PT. NHM berhasil tangani Karhutla di Halmahera Utara.(foto/NHM)

Kilasmalut.com – Kondisi kekering yang berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut) berdampak pada penurunan ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun oleh Humas Pemda Halut (19/09), tercatat sekitar 117 titik api pembakaran hutan yang tersebar di wilayah Halmahera Utara. Kondisi ini turut menjadi perhatian bersama bagi pemerintah daerah, masyarakat dan khususnya PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) di kawasan Tambang Emas Gosowong.

Ancaman tersebut meningkat pada awal September 2026, ketika kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional Gosowong. Merespons perkembangan situasi tersebut, Wakil Direktur Operasi/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, mengambil langkah cepat dengan menetapkan status darurat dengan mengaktifkan Emergency Management Team (EMT) NHM.

Langkah krusial ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal perusahaan dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi. Prioritas utama penanganan adalah melindungi keselamatan pekerja, mengendalikan penyebaran api, serta mengamankan fasilitas operasional vital tambang.

Penanganan karhutla dikoordinasikan melalui struktur komando tanggap darurat yang terintegrasi. Manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander atau pemimpin komando insiden, sementara Command Center berfungsi sebagai pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Pemantauan serta evaluasi perkembangan penanganan dilakukan setiap hari pada pukul 14.00 Wit untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk peningkatan respons dan koordinasi dengan pihak eksternal apabila diperlukan.

Baca Juga :  Berpacu Dengan Medan Extrim, Tim ERT NHM Ikut Evakuasi Korban Erupsi Dukono

Superintendent ERT NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa efektivitas penanganan karhutla didukung oleh koordinasi lintas departemen melalui satu komando yang terstruktur dan terintegrasi. Dukungan logistik, peralatan, dan personel menjadi bagian penting untuk memastikan kelancaran operasi sekaligus menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Melalui sistem ini, tanggap kebakaran dapat didukung dengan mudah dan lancar. Tim dilapangan mendapat dukungan penuh, baik dari segi logistik, peralatan (gear), maupun personel, termasuk kebutuhan asupan tim,”ujar Hendrick.

Strategi penanganan karhutla mencakup pemetaan area rawan dan pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security, pemantauan kondisi cuaca, serta pelaksanaan patroli berkala. Upaya pencegahan dan pengendalian juga dilakukan melalui pembersihan vegetasi kering. pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar (fire break), serta penyiapan akses pemadaman dan sumber air di sejumlah titik rawan.

Selain berfokus pada perlindungan area operasional, NHM turut mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk membantu upaya pengendalian dan pemadaman karhutla di desa-desa lingkar tambang.

Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan telah mencakup 15 area kebakaran dikawasan operasional Gosowong serta dukungan pemadaman di 9 desa lingkar tambang, termasuk area PLN Kecamatan Malifut. Pemantauan tetap dilakukan secara berkala, termasuk melalui penerbangan drone, untuk mengidentifikasi perkembangan situasi dan mengantisi pasipotensi munculnya titik api baru.

Baca Juga :  DPP IMM Desak Satgas PKH Dan ESDM Investigasi Ke PT. ASM, Buntut Dugaan Kerusakan Lingkungan Hingga Legalitas Perusahan

Rado Lawolo menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Direksi NHM dalam penanganan karhutla di Gosowong. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan upaya penanganan berjalan dengan baik, termasuk melalui keterlibatan Tim ERT dan relawan dari berbagai departemen. la juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras Tim ERT dan seluruh relawan dari departemen terkait yang terus berjuang mengendalikan kobaran api, termasuk dengan bekerja dalam polasiaga 24 jam. Saya juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh tim sangat penting agar penanganan dapat berjalan dengan baik dan aman,”ujar Rado.

Dalam rapat evaluasi EMT pada Senin (12/10), hasil pemantauan melalui drone menunjukkan bahwa titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, NHM terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi cuaca dan area rawan, memastikan koordinasi dan dukungan sumber daya tetap berjalan selama potensi karhutla masih ada, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!