
Kilasmalut.com -Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Jumar Mafoloi, melontarkan kritik keras dan terbuka terhadap kinerja sejumlah dinas penghasil yang dinilai gagal total mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.
Sorotan tajam Jumar mengarah ke Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perikanan Halut, yang disebut jauh dari target dan nyaris memalukan.
Menurutnya, Dishub Halut ditargetkan mampu meraup PAD sebesar Rp1,1 miliar, namun realisasi selama satu tahun hanya mentok di angka Rp. 100 juta. Sementara Dinas Perikanan, dari target Rp. 50 juta, hanya mampu menyumbang Rp. 14 juta ke kas daerah.
“Dinas yang tidak mampu mencapai target PAD harus dievaluasi dan di nonjob oleh Bupati. Ini bukti tidak mampu bekerja dan tidak punya inovasi,”tegas Jumar, Rabu (21/1).
Jumar menilai, kegagalan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cermin buruknya manajemen, minimnya kreativitas, dan lemahnya kepemimpinan di tubuh dinas penghasil.
Ia mengingatkan, kondisi fiskal Halmahera Utara ke depan tidak lagi bisa bergantung pada dana pusat, karena sejumlah mata anggaran telah dialihkan ke pemerintah pusat.
“Tahun 2026, Halut hanya mengandalkan PAD untuk keberlanjutan program. Sebagian besar anggaran sudah ditarik ke pusat. Kalau dinas penghasil tetap bekerja biasa-biasa saja, daerah ini bisa lumpuh,”ujarnya.
Karena itu, Jumar menegaskan tahun 2026 adalah ujian serius bagi dinas penghasil. Tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang bekerja tanpa terobosan.
“Artinya jelas, dinas penghasil harus bekerja ekstra keras, penuh inovasi, dan profesional dalam mengelola PAD. Kalau tidak sanggup, jangan duduk di jabatan strategis,”tandasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !