160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Sudah Gagal Panen, Bantuan Pun Tak Kunjung Datang, Petani Galela Sebut Distan Halut Ingkar Janji

Ilutrasi

Kilasmalut.com – Janji bantuan alat pertanian kepada petani hortikultura yang terdampak gagal panen akibat banjir di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), kini dipertanyakan. Alih-alih mendapat bantuan, sejumlah petani yang mengaku menjadi korban bencana justru kembali gigit jari saat penyaluran alat pertanian dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Halut.

Petani menilai pola pembagian bantuan yang dilakukan Distan Halut tidak merata dan mengabaikan mereka yang sebelumnya mengalami gagal panen akibat lahan pertanian terendam banjir.

Padahal, pada awal 2026, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah lahan hortikultura di eks lahan PT. GAI terendam akibat luapan kali. Kondisi tersebut membuat petani mengalami gagal panen dan kehilangan sumber pendapatan.

Dalam situasi itu, petani mengaku sempat mendatangi Distan Halut untuk meminta bantuan alat pertanian. Mereka bahkan disebut mendapat janji bahwa bantuan akan diberikan pada penyaluran berikutnya.

Namun, janji tersebut kembali kandas. Saat alat pertanian dibagikan pada pekan kemarin, petani hortikultura di Kecamatan Galela mengaku tidak menerima satu pun bantuan.

Baca Juga :  Gunung Dukono Erupsi, Kota Tobelo Diselimuti Abu Vulkanik

“Waktu itu kami sempat mendatangi Distan Halut untuk meminta bantuan alat pertanian. Namun, beberapa hari lalu saat alat pertanian dibagikan, satupun kami tidak dapat,”ujar Haris, Senin (10/8).

Kekecewaan petani semakin besar karena persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Joanda, saat melakukan kunjungan ke Halut dan bertatap muka dengan sejumlah petani hortikultura.

Menurut Haris, keluhan petani terkait kondisi mereka telah disampaikan kepada gubernur dan mendapat respons berupa janji bantuan alat pertanian.

“Kami pernah bersuara ke Ibu Gubernur dan itu sudah direspons. Namun, fakta di lapangan, Distan Halut tidak memberikan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen,”tegasnya.

Haris mengungkapkan, pada awal 2026 pihaknya memang sempat berkomunikasi dengan Distan Halut terkait bantuan alat pertanian. Namun, karena jumlah penerima saat itu dinilai terlalu banyak, pihaknya diminta mengalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain. Saat itu, petani dijanjikan akan mendapat bantuan pada penyaluran berikutnya.

Baca Juga :  Kasus Minyakita Berbuntut Panjang, Seorang Pengusaha Di Pulau Morotai Resmi Adukan Kasat Reskrim Ke Propam

“Waktu itu penyaluran bantuan oleh Distan Halut, kami diminta oleh pihak Dinas agar pada penyaluran berikutnya kami baru diberikan alat pertanian. Itu dijanjikan oleh pihak Dinas,”ungkapnya.

Namun, ketika penyaluran kembali dilakukan pekan lalu, janji tersebut tak kunjung terealisasi. Kelompok petani hortikultura Kecamatan Galela kembali tidak memperoleh bantuan.

“Satupun alat pertanian kami tidak dapat. Padahal, kami ini sebagai korban saat musim hujan di awal tahun. Kami gagal panen,”tandas Haris.

Kondisi ini membuat petani mempertanyakan dasar dan mekanisme penyaluran bantuan alat pertanian oleh Distan Halut. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya menjanjikan bantuan, tetapi memastikan bantuan benar-benar menyentuh petani yang membutuhkan, khususnya mereka yang telah mengalami gagal panen akibat bencana.

Petani juga meminta Distan Halut memberikan penjelasan terbuka mengenai kriteria penerima dan alasan kelompok mereka kembali tidak mendapatkan bantuan.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!