Kilasmalut.com – Kemarahan petani kelapa di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, akhirnya meledak. Ratusan massa yang tergabung dalam Front Petani Galela menggelar aksi demonstrasi di Desa Pune, Senin (3/8), sebagai bentuk protes terhadap terus merosotnya harga buah kelapa yang dinilai semakin memiskinkan petani.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak PT. NICO segera menaikkan harga pembelian buah kelapa. Mereka menilai harga yang saat ini hanya Rp.2.200 per butir sudah tidak lagi sebanding dengan biaya produksi dan semakin menekan kehidupan petani.
Pantauan media ini di lokasi, para demonstran membawa spanduk bertuliskan.
“Mosi Tidak Percaya kepada DPRD Halut. Mendesak Pemda Halut Segera Menetapkan Harga Buah Kelapa Rp3.000 per Butir.“
Spanduk itu menjadi simbol kekecewaan petani terhadap DPRD Halmahera Utara yang dinilai belum mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara segera turun tangan menetapkan harga dasar kelapa agar petani tidak terus menjadi korban anjloknya harga.
Tak hanya berorasi, massa juga memblokade ruas Jalan Trans Tobelo–Galela. Aksi tersebut mengakibatkan kendaraan operasional PT. NICO tidak diizinkan melintas maupun melakukan aktivitas pemuatan buah kelapa di wilayah Kecamatan Galela.
Bagi para petani, harga Rp.2.200 per butir dianggap semakin “mencekik” karena pendapatan yang diterima tidak lagi mampu menutup biaya panen maupun kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !