Kilasmalut.com – Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah mewarnai kegiatan Silaturahmi Diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Maluku Utara yang digelar di Royal Resto, Kota Ternate, Selasa (19/5).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 pemuda-pemudi asal NTT di Kota Ternate itu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarwarga diaspora sekaligus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Maluku Utara maupun kampung halaman di NTT.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta Florida Tati Satya Wati, Staf Ahli Wali Kota Ternate Bidang Kemasyarakatan dan SDM H. Abdullah H. M. Saleh, Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat dan Kehumasan Helhemus Adam Kaseh, Kepala Sub Bidang Promosi dan Kerja Sama Investasi Natalia Eni Pujiastuti, Ketua Pembauran Kebangsaan Kota Ternate Prof Djubair Situmorang, serta Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Ternate Stensyah Adam.
Kegiatan secara resmi dibuka Ketua Umum Diaspora NTT Maluku Utara, Devid Marthin. Dalam sambutannya, Presiden Pemuda Halmahera Utara itu menegaskan bahwa masyarakat diaspora NTT yang telah lama hidup dan membangun kehidupan di Maluku Utara harus memandang diri sebagai bagian utuh dari daerah ini.
“Saya mengajak seluruh diaspora NTT dan keturunannya di Maluku Utara untuk menjadi bagian dari Maluku Utara. Tidak ada lagi orang NTT yang tinggal di Maluku Utara, tetapi Orang Maluku Utara asal NTT,”ujarnya.

Suami legislator PSI DPRD Halmahera Utara, Priska Tadjjbu, itu menegaskan hubungan antara NTT dan Maluku Utara bukanlah hubungan baru, melainkan ikatan sejarah panjang yang telah terjalin selama ratusan tahun.
Menurutnya, relasi emosional kedua daerah telah terbentuk sejak abad ke-16, ketika armada Sultan Babullah terdampar di pesisir Alor.
“Sejarah panjang sejak abad ke-16 saat armada Sultan Babullah terdampar di bibir pantai Alor hingga hari ini menjadi bukti eratnya hubungan antara NTT dan Maluku Utara,”katanya.
Devid juga menyoroti besarnya kontribusi diaspora NTT dalam pembangunan dan pemerintahan di Maluku Utara. Ia menyebut diaspora NTT kini telah hadir di berbagai posisi strategis, mulai dari anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, DPRD Halmahera Utara, DPRD Halmahera Barat, hingga menduduki sejumlah jabatan kepala dinas di berbagai kabupaten dan kota.
“Maka ke depan, bukan tidak mungkin akan ada kepala daerah di Maluku Utara yang berasal dari diaspora NTT,”tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Ternate yang dibacakan H. Abdullah H. M. Saleh menegaskan bahwa Kota Ternate sejak dahulu dikenal sebagai kota yang tumbuh di atas nilai persaudaraan dan keberagaman.
Menurutnya, Ternate bukan hanya kota sejarah dan kota rempah, tetapi juga ruang pertemuan berbagai suku, budaya, dan komunitas dari seluruh Indonesia hingga mancanegara.
“Inilah kekuatan Kota Ternate, yaitu kemampuannya merawat perbedaan menjadi sebuah persaudaraan. Saya sering menyampaikan bahwa Ternate adalah rumah bersama. Siapapun yang datang dengan niat baik, bekerja dengan tulus, dan menjaga nilai persaudaraan, maka ia adalah bagian dari keluarga besar Kota Ternate,”ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Florida Tati Satya Wati menyebut diaspora NTT merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan kolaboratif dalam mendukung percepatan pembangunan daerah asal.
Menurutnya, jejaring diaspora memiliki peran strategis untuk saling membantu dan memperkuat semangat gotong royong demi kemajuan bersama.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momentum itu diharapkan menjadi titik penguatan persaudaraan lintas generasi diaspora NTT di Maluku Utara sekaligus mempertegas semangat persatuan dalam keberagaman untuk membangun daerah yang harmonis, inklusif, dan maju bersama.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !