Kilasmalut.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Halmahera Utara mulai membuka ruang kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Langkah itu ditandai dengan kunjungan silaturahim resmi pengurus baru PDPM Halut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara, Rabu (30/9).
Rombongan PDPM Halut diterima Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara beserta jajaran di ruang rapat Kejari Halut. Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi sekaligus membuka peluang kerja sama dalam bidang hukum dan sosial kemasyarakatan.
Ketua PDPM Halut, Faisal Pua, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah awal kepengurusan baru untuk memperkuat silaturahim dengan berbagai pihak sekaligus membangun kemitraan yang konstruktif.
“Kehadiran kami sebagai pengurus baru adalah untuk mempererat silaturahim sekaligus menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan bidang hukum di lingkungan sosial,”ujar Faisal.
Tak berhenti pada silaturahim, PDPM Halut juga tengah menyiapkan agenda pelantikan pengurus yang akan dirangkaikan dengan Dialog Publik. Forum tersebut akan mengangkat sejumlah isu hukum yang dinilai relevan dengan kehidupan sosial dan masyarakat di Halmahera Utara.
Dalam agenda itu, PDPM Halut juga mengundang Kepala Kejari Halut untuk hadir sebagai pemateri.
Faisal berharap keterlibatan institusi penegak hukum dalam dialog tersebut dapat membuka ruang edukasi bagi pemuda dan masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran hukum di tingkat akar rumput.
Menanggapi rencana tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Rahmat, S.H., M.H., menyambut positif inisiatif PDPM Halut. Ia menyatakan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan yang memiliki nilai sosial dan edukatif.
“Kami sangat mendukung kegiatan kepemudaan yang bernilai sosial seperti ini. Kami pun berharap agar organisasi pemuda seperti Pemuda Muhammadiyah ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak,”ucap Rahmat.
Rahmat juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Muhammadiyah. Ia menyebut dirinya pernah menempuh pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Palu.
“Saya juga bagian dari keluarga besar Muhammadiyah,”tegasnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal PDPM Halut dalam membangun komunikasi dengan lembaga penegak hukum. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak sekadar berhenti pada agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang edukasi dan dialog yang mendorong tumbuhnya kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Dengan agenda dialog publik yang tengah disiapkan, PDPM Halut ingin menjadikan pemuda bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga bagian dari kelompok masyarakat yang aktif memahami, mengawal, dan ikut mendorong terciptanya kehidupan sosial yang sadar hukum di Kabupaten Halmahera Utara.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !