160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Lewat Program ‘Satu Hari Bersama Masyarakat’ Ini Yang Di Sampaikan Warga Ke Kapolres

Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasari jelanakan program satu hari bersama masyarakat di Kecamatan Kao Barat.(foto/humas)

Kilasmalut.com – Aksi pencurian hewan ternak kembali meresahkan masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Barat (Halbar). Sejumlah warga mengeluhkan maraknya pencurian sapi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dengan modus yang tergolong brutal.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, saat menggelar program “Satu Hari Bersama Masyarakat” di Bumdes Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kamis (8/10).

Dalam dialog bersama tokoh pemuda dan tokoh agama, warga mengungkapkan bahwa pelaku diduga tidak sekadar membawa kabur sapi. Hewan ternak disebut disembelih dan dipotong langsung di lokasi, sementara yang ditinggalkan hanya kulitnya.

Kondisi ini membuat keresahan warga meningkat. Terlebih, posisi Kecamatan Kao Barat yang berada di jalur penghubung Halut-Halbar dinilai memiliki kerawanan tersendiri terhadap aksi kriminalitas yang berpotensi melibatkan pelaku lintas wilayah.

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Halut menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membiarkan kasus pencurian ternak berhenti sebagai keluhan tanpa laporan resmi.

Baca Juga :  Kali Wasi Sering Meluap, DPRD Sebut Pemda Halut Minim Perhatian

Ia meminta setiap warga yang kehilangan ternak segera mendatangi kantor polisi dan membuat laporan secara resmi agar aparat memiliki dasar hukum untuk melakukan penyelidikan.

“Kami meminta kepada masyarakat yang kehilangan hewan ternak agar segera membuat laporan polisi resmi. Laporan ini sangat penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan, memetakan jaringan pelaku, dan mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas,”tegasnya.

Menurutnya, laporan masyarakat menjadi pintu masuk penting bagi kepolisian untuk mengungkap pola dan jaringan pelaku, sekaligus menentukan langkah penindakan secara terukur.

Selain persoalan pencurian ternak, pembangunan fasilitas kepolisian juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Camat Kao Barat Abihut Jawali, bersama Kepala Desa Soahukum Remer Hein S, mendorong agar pembangunan Polsek Kao Barat dapat segera direalisasikan. Kehadiran kantor polisi dinilai penting untuk memperkuat pelayanan sekaligus mempercepat respons terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Halteng Gencar Edukasi Pengendara, Helm Bukan Sekadar Aksesori, Tapi Penyelamat Nyawa

Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Erlichson mengungkapkan bahwa Polres Halut telah mengusulkan pembangunan Polsek Kao Barat sejak sekitar dua tahun lalu.

“Proses ini berjalan secara berjenjang ke markas besar karena menyangkut pengalokasian anggaran negara bersama usulan dari wilayah lain di Indonesia. Mari kita sama-sama berdoa agar pembangunan Polsek Kao Barat ini bisa segera terealisasi,”ujarnya.

Kapolres Halut didampingi Kasat Lantas Iptu Moch. Thilio Bintang Onasis, S.Tr.K., dan Kapolsek Kao Ipda Iskandar A. Tjiuda melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung kondisi bangunan Kantor Subsektor Kao Barat.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan personel kepolisian dalam mendukung pengamanan serta menjaga stabilitas Kamtibmas di kawasan perbatasan Halut-Halbar.

Kapolres menegaskan, penguatan keamanan di wilayah perbatasan membutuhkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Karena itu, setiap informasi maupun laporan terkait gangguan Kamtibmas diharapkan segera disampaikan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!