160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Jembatan Penghubung Dama-Cera Rusak, Warga Menjerit, Camat Loloda Kepulauan Dituding Lebih Banyak Di Tobelo

Jembatan penghubung antara Desa Dama dan Cera rusak berat, warga setempat kesulitas akses.(istimewa)

Warga Desak Bupati Dan Wakil Bupati Halut Evaluasi Camat Loloda Kepulauan

Kilasmalut.com – Akses darat warga Desa Cera menuju Desa Dama, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), terancam lumpuh total. Jembatan penghubung antardesa yang selama ini menjadi jalur penting warga kini putus dan rusak parah.

Jembatan tersebut dibangun menggunakan batang pohon kelapa dan kondisinya telah lapuk dimakan usia. Kerusakan semakin parah hingga membuat warga kesulitan melintas, terutama saat gelombang laut tinggi memaksa masyarakat lebih banyak menggunakan jalur darat.

Kondisi ini memicu keluhan warga Desa Cera. Mereka menilai kerusakan jembatan yang sudah berlangsung lama belum mendapat perhatian serius dari pemerintah Kecamatan maupun pihak terkait.

“Kalau musim ombak seperti sekarang, masyarakat lebih banyak menggunakan jalur darat. Tapi kalau jembatan rusak seperti ini, masyarakat setengah mati,”keluh salah satu warga Desa Cera, Sabtu (15/8).

Baca Juga :  Harga Pala Kering di Ternate Stabil, Pengepul Tawarkan Rp85 Ribu hingga Rp90 Ribu per Kilogram

Menurut warga tersebut, jarak Desa Cera menuju Desa Dama sebenarnya dapat ditempuh sekitar 30 menit apabila kondisi jalan dan jembatan normal. Namun, akibat jalan rusak dan jembatan putus, waktu tempuh kini bisa mencapai sekitar satu jam.

Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan warga, sebab Desa Dama menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Cera yang hendak bepergian ke Tobelo maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau jalan dan jembatan rusak begini, masyarakat benar-benar setengah mati. Warga Desa Cera kalau mau ke Tobelo atau berbelanja harus melalui Desa Dama. Kalau aksesnya rusak, bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dengan mudah?”ujarnya.

Warga juga mempertanyakan minimnya perhatian Pemerintah Kecamatan Loloda Kepulauan terhadap persoalan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Halut Gaungkan Visi 'BERKAT' Ajak Media Dan Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas

Mereka mengaku pemerintah Kecamatan dinilai jarang turun langsung melihat kondisi masyarakat dan belum maksimal memperjuangkan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga.

Warga berharap kondisi jembatan Dama-Cera segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Mereka meminta perbaikan tidak lagi sebatas janji, sebab kerusakan akses tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Mereka juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati mengevaluasi kinerja Camat Loloda Kepulauan yang dianggap pasif dan jarang berada di Kecamatan, Camat lebih banyak berkativitas di Kota Tobelo daripada di tempat kerjanya.

Bagi warga, jembatan yang putus bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut akses hidup, ekonomi, dan keselamatan masyarakat di wilayah kepulauan.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!