160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Jangan Libatkan ‘Tete KO’, ESI Halut Desak PLN UP3 Sofifi Coret Influncer Yang Diduga Lecehkan Budaya Togale

Kilasmalut.com – Polemik dugaan penghinaan terhadap adat dan budaya masyarakat Togale kini merembet ke dunia esports. Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Halmahera Utara, Devid Marthin, secara terbuka mendesak PLN UP3 Sofifi agar tidak melibatkan influencer Muhammad Rahman atau di kenal dengan sapaan Tete Ko dalam Tournament Mobile Legends PLN UP3 Sofifi Tahun 2026.

Desakan tersebut muncul setelah beredarnya video siaran langsung yang diduga memuat ucapan dan tindakan yang dianggap melecehkan nilai-nilai adat serta budaya masyarakat Togale, salah satu komunitas adat terbesar di Kabupaten Halmahera Utara. Video itu memicu reaksi keras dan kekecewaan dari berbagai elemen masyarakat.

Menurut Devid Martin, yang dikenal sebagai salah satu tokoh muda Halmahera Utara, persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai sekadar kontroversi di media sosial. Baginya, menyangkut kehormatan budaya, identitas masyarakat, dan harga diri leluhur yang selama ini dijaga turun-temurun.

“Budaya bukan bahan candaan. Adat bukan objek hiburan. Siapa pun yang tampil dalam panggung publik wajib menghormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,”tegas Devid. Selasa (23/6).

Baca Juga :  Sosiologi UMMU Hadirkan Pendidikan Kritis Dan Kontekstual Bagi Generasi Muda

Meski demikian, Devid menegaskan pihaknya tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan dugaan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum maupun mekanisme adat yang berlaku.

“Kami tidak ingin mendahului proses hukum. Namun sebagai organisasi yang lahir dari masyarakat Halmahera Utara, kami memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri di garda terdepan menjaga marwah adat dan budaya daerah,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa, esports bukan hanya soal kompetisi, hadiah, atau prestasi. Lebih dari itu, esports harus menjadi ruang pembentukan karakter, etika, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya.

“Figur publik yang dilibatkan dalam event resmi seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda, bukan menghadirkan polemik yang berpotensi melukai perasaan masyarakat,”katanya.

Karena itu, ESI Halmahera Utara meminta Pengurus Provinsi ESI Maluku Utara menyampaikan aspirasi tersebut kepada PLN UP3 Sofifi agar mempertimbangkan kembali keterlibatan Tete Ko dalam turnamen yang akan digelar.

Baca Juga :  Tangani Dugaan Korupsi Jumbo DPRD Malut, Praktisi Hukum : Gebrakan Kejati Luar Biasa

Menurut Devid, penyelenggara kegiatan publik memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan sensitivitas sosial, budaya, dan nilai-nilai lokal dalam menentukan siapa saja yang layak menjadi bagian dari sebuah acara, terlebih kegiatan yang menyasar kalangan muda.

Meski bersikap tegas, ESI Halmahera Utara memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Tournament Mobile Legends PLN UP3 Sofifi Tahun 2026 sebagai wadah pembinaan atlet esports dan pengembangan talenta generasi muda Maluku Utara.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggerus penghormatan terhadap akar budaya.

“Kemajuan esports tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Budaya adalah kehormatan, dan kehormatan masyarakat wajib dijaga bersama. Tidak ada prestasi yang lebih tinggi daripada menghormati identitas daerah sendiri,”tutup Devid Marthin.

Di akhir pernyataannya, ESI Halmahera Utara juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum, mekanisme adat, dan dialog yang bermartabat.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!