160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

AMPP-TOGAMMOLOKA Malut Apresiasi Bupati, Kapolres Dan Dandim, Tetapi Desak Kasus Kilometer 19 Dituntaskan

Ketua AMPP-TOGAMMOLOKA Malut, M. Iram Galela

Kilasmalut.com – Insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang warga di kawasan hutan Kilometer 19, perbatasan Desa Samuda dan Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Jumat (23/10), memicu kemarahan warga hingga berujung pada pemblokiran jalan Trans Tobelo–Galela.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua AMPP-TOGAMMOLOKA Maluku Utara, M. Iram Galela, mengapresiasi langkah Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, dan Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar dalam merespons ketegangan di perbatasan Desa Igobula dan Desa Ori.

Iram menegaskan, peran pemuda dan kaum intelektual sangat penting dalam meredam konflik serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Atas nama institusi, saya memberikan apresiasi kepada Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, yang proaktif mendatangi lokasi pemblokiran jalan sebanyak dua kali. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan penganiayaan oleh oknum berinisial JT di kawasan hutan Kilometer 19, perbatasan Desa Samuda dan Igobula,”ujar Iram, Senin (26/10).

Baca Juga :  Wabup Minta ASN Di Lingkup Pemda Halut Harus Lebih Disiplin

Menurutnya, kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan meredakan ketegangan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, yang dinilai aktif membangun komunikasi dengan warga Desa Igobula. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan kehadiran personel kepolisian dalam memberikan perlindungan dan menjaga keamanan masyarakat, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ketua pemuda Igobula.

Iram turut mengapresiasi Dandim 1508/Tobelo, Letkol Kav. Ramdhani Akbar, atas kolaborasi bersama Polres Halut dalam menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.

Baca Juga :  Pimpin Upacara HAB Ke-80 Kemenag, Wabup : Kerukunan Bukan Sekedar Damai, Tapi Energi Kebangsaan

Meski mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan aparat keamanan, Iram menegaskan bahwa penanganan situasi tidak boleh berhenti pada pemulihan keamanan. Dugaan penganiayaan yang memicu keresahan warga juga harus ditindaklanjuti melalui proses hukum.

“Saya meminta agar terduga pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera menyampaikan informasi kepada pihak berwajib,”tegasnya.

Ia berharap masyarakat tetap menahan diri, tidak terprovokasi, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menangani perkara tersebut secara profesional. Dengan demikian, situasi keamanan di wilayah Galela Selatan dapat terjaga dan aktivitas masyarakat di jalur Trans Tobelo–Galela kembali berjalan normal.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!