Narasi Video di Bendungan Kawasi Tak Ada Kata “Tembak”, yang Benar “Tempel”

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video

Tangkapan layar video

Kilasmalut.com – Sebuah video yang merekam ketegangan saat aksi protes warga di lokasi pembangunan bendungan Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, menjadi viral dan memicu keresahan publik akibat misinterpretasi yang meluas.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terdengar arahan yang ditujukan kepada seorang Komandan Peleton (Danton) oleh seorang pria tanpa identitas yang meminta kelancaran proyek. Pria tersebut jelas-jelas mengucapkan: “Danton, Danton, tempel satu-satu.”

Kesalahan penafsiran kata menjadi pemicu utama hoaks. Beberapa pihak, termasuk sejumlah media yang mengutip video tersebut, keliru menangkap kata “tempel” dan menuliskannya sebagai “tembak,” seolah-olah ada perintah represif menggunakan kekerasan bersenjata terhadap warga yang sedang berunjuk rasa.

Baca Juga :  Berperan Terbitkan Rekomtek IPAP, PUPR Malut Sebut Pemanfaatan Danau Karo Sudah Sesuai Mekanisme

Kekeliruan ini langsung menimbulkan reaksi kaget dari warga yang beraksi, salah satunya terdengar bertanya, “Maksudnya apa? Mau ditangkap?”

Namun, setelah media ini melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak yang berada di lokasi kejadian, dipastikan bahwa kata yang benar diucapkan adalah “Tempel.”

Maksud dari perintah tersebut adalah agar Danton melakukan pengamanan atau pengawalan (menempel/mengawasi) terhadap lokasi proyek sehingga pengerjaan bendungan dapat berjalan tanpa gangguan.

Baca Juga :  DPD IMM Malut Tunjuk Arafik S. Lagawa Sebagai Ketua PC IMM Halut

Fakta di lapangan juga memperkuat klarifikasi ini. Jika merujuk pada video tersebut, arahan untuk “tembak” sangat tidak sesuai dengan realitas. Pihak keamanan yang terlihat di lokasi, baik dari unsur Polisi maupun TNI, tidak membawa senjata api.

Selain itu, berdasarkan analisa suara dalam video, kata yang terucap memang terdengar jelas sebagai “Tempel.” Dengan demikian, informasi yang menyebar tentang adanya perintah ‘tembak’ adalah hoaks yang berasal dari kesalahan penerjemahan diksi yang viral. (red)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Seorang Anak 13 Tahun Nekat Bobol Rumah Pribadi Wali Kota Tidore Kepulauan
Panitia Milad Muhammadiyah Ke-113 Sukses Gelar Pawai Ta’aruf, Wakil Bupati : Galela Adalah Pintu Masuk Muhammadiyah Di Malut
Esok Pemprov Malut Serahkan SK P3K, BKD Tegaskan Kontrak Ketat, Pelanggaran Siap Dipecat
AJM Gelar Aksi Bersih Wisata, Jaga Armydock, Air Kaca Dan Nakamura Sebagai Warisan Alam Morotai
Revidivis Spesialis Bobol Rumah Makan Dan Kos-Kosan Dibekuk, Polisi Telusuri Jejak Kejahatan Di 7 TKP
Gapoktan Soro Maake Pindah Tanam Perdana Cabe Kriting, Wakil Bupati : Holtikultura Menjadi Pilar Penguatan Ketahanan Pangan
Rumor Reshuffle Menguat, PC IMM Halut Desak Piet-Kasman ‘Tendang’ Kadis Tanpa Inovasi
Diduga Bawa Sabu, Satresnarkoba Polres Halut Bekuk Seorang Pemuda Di Tobelo
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 22:59 WIB

Seorang Anak 13 Tahun Nekat Bobol Rumah Pribadi Wali Kota Tidore Kepulauan

Minggu, 30 November 2025 - 18:24 WIB

Panitia Milad Muhammadiyah Ke-113 Sukses Gelar Pawai Ta’aruf, Wakil Bupati : Galela Adalah Pintu Masuk Muhammadiyah Di Malut

Minggu, 30 November 2025 - 18:18 WIB

Esok Pemprov Malut Serahkan SK P3K, BKD Tegaskan Kontrak Ketat, Pelanggaran Siap Dipecat

Sabtu, 29 November 2025 - 23:02 WIB

AJM Gelar Aksi Bersih Wisata, Jaga Armydock, Air Kaca Dan Nakamura Sebagai Warisan Alam Morotai

Sabtu, 29 November 2025 - 22:59 WIB

Revidivis Spesialis Bobol Rumah Makan Dan Kos-Kosan Dibekuk, Polisi Telusuri Jejak Kejahatan Di 7 TKP

Berita Terbaru