160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Monumen Sejarah Dan Edukasi Generasi Muda, Kapolda Malut Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tugu Brimob Di Bukit Loiteglas Halteng

Kapolda Malut letakan batu pertama tugu perjuangan Kompi Senapan C.(foto/humas)
750 x 100 AD PLACEMENT

Kilasmalut.com – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Tugu Brimob di Taman Bukit Loiteglas, Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Pembangunan tugu ini merupakan bentuk penghargaan atas sejarah dan sarana edukasi bagi generasi muda.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Malut, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, S.IP., M.Si., Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., serta unsur Forkopimda Kabupaten Halteng.

Dalam sambutannya, Kapolda menjelaskan bahwa penggunaan baret Brimob pada kesempatan tersebut adalah bentuk penghormatan terhadap semangat juang dan sejarah panjang satuan Brigade Mobil (Brimob) dalam mempertahankan kedaulatan negara.

“Penggunaan baret ini bukan tanpa alasan. Ketika mendengar rencana pembangunan Tugu Brimob, seperti yang disampaikan Bapak Bupati, semangat saya begitu tergugah,”ujar Kapolda.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kapolda kemudian memaparkan sejarah terbentuknya Brimob yang berawal dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, pasukan polisi khusus bentukan Jepang pada April 1944. Pasukan ini kemudian menjadi Polisi Istimewa, yang berperan penting dalam melucuti senjata tentara Jepang dan menyerahkannya kepada para pejuang kemerdekaan.

Baca Juga :  Gapoktan Soro Maake Pindah Tanam Perdana Cabe Kriting, Wakil Bupati : Holtikultura Menjadi Pilar Penguatan Ketahanan Pangan

Tokoh asal Buton Wakatobi, Inspektur Polisi Muhammad Yahya Yasin, kemudian mendeklarasikan Polisi Istimewa sebagai cikal bakal terbentuknya Mobrig (Mobile Brigade), yang kemudian oleh Presiden Soekarno diubah namanya menjadi Brimob pada tahun 1961.

Kapolda juga menegaskan bahwa wilayah Maluku Utara, termasuk Weda, Tidore, Ternate, Sofifi, hingga Pulau Gebe, memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan, khususnya dalam operasi pembebasan Irian Barat. Ia menyebut, terdapat dua makam anggota Pelopor Brimob di Tidore yang gugur akibat malaria saat bertugas dalam masa perjuangan tersebut.

Baca Juga :  Penantian Mabrur Di Tanah Suci, Ini Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Asal Halut

“Saya mengapresiasi Bupati Halmahera Tengah, Bapak Ikram Malan Sangadji, putra dari pejuang Brimob, yang melanjutkan perjuangan ayahandanya. Hal ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan mungkin merupakan buah dari doa orang tua beliau,” ungkapnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kapolda berharap pembangunan Tugu Brimob ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan terhadap sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kawasan ini dan menjadikannya ruang pembelajaran bagi generasi muda.

“Diharapkan setiap anak yang berkunjung ke sini dapat memahami makna keberadaan tugu, patung, dan sejarah di baliknya. Jangan sampai kita melupakan sejarah sendiri, karena dari sanalah kita mengetahui peran kita dalam perjuangan bangsa ini,”tutupnya.(red)

 

750 x 100 AD PLACEMENT
750 x 100 AD PLACEMENT
You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !