Kilasmalut.com – Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam mengusut tuntas dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto yang disebut-sebut melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan beberapa jenderal lainnya.
GCP Malut menilai, pengusutan perkara tersebut harus dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran hukum harus dimintai pertanggungjawaban, tanpa melihat pangkat, jabatan, maupun kedudukan.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua GCP Malut, Anton Verbond, mengapresiasi langkah Kapolri yang dinilainya sebagai bentuk keberanian dalam menegakkan hukum sekaligus membersihkan institusi Polri dari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pelanggaran.
“Ini bukan persoalan suka atau tidak suka terhadap seseorang, tetapi murni persoalan hukum. Jika memang ditemukan bukti adanya pelanggaran, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,”tegas Anton, Jumat (6/11).
Menurutnya, ketegasan dan keberanian Kapolri dalam menangani perkara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas institusi Polri serta memulihkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
GCP Malut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, stabilitas nasional, serta mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan roda pemerintahan.
Anton menegaskan, kepercayaan publik terhadap Polri harus terus dijaga melalui kinerja nyata, profesionalisme, transparansi, dan keberanian menindak setiap pelanggaran, termasuk jika melibatkan pejabat internal kepolisian.
Di tingkat daerah, GCP Malut turut memberikan apresiasi kepada Polda Maluku Utara atas upaya pelayanan kepada masyarakat serta komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku Utara.
Ia berharap Polda Malut terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat, mengedepankan pelayanan humanis, serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Polri harus terus berada di tengah masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,”tutupnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !