Kilasmalut.com – Dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Kota Ternate mulai terungkap. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara bersama Satreskrim Polres Ternate mengamankan 22 botol air mineral berisi BBM jenis Pertalite yang diduga telah dioplos di sebuah kios di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, Minggu (1/11) malam.
Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik penjualan BBM Pertalite oplosan di Kios FF. Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan.
Dalam penindakan itu, petugas menemukan serta mengamankan 22 botol air mineral berisi BBM yang diduga oplosan. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Ternate untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dari keterangan awal pemilik kios berinisial AB (44), BBM tersebut diperoleh dari seorang pria tidak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 125 berwarna silver-hijau pada Minggu (1/11), sekitar pukul 10.30 WIT.
Pria tersebut menawarkan satu jerigen berkapasitas 25 liter berisi BBM yang diklaim sebagai Pertalite dengan harga Rp330.000. Tanpa mengetahui secara pasti asal-usul dan kualitas BBM tersebut, AB kemudian membelinya untuk dijual kembali secara eceran.
BBM dari jerigen itu selanjutnya dipindahkan ke dalam botol air mineral menggunakan selang. Namun, setelah jerigen dibuka, AB mengaku sempat mencium aroma bensin yang tidak biasa dari BBM tersebut.
Kecurigaan itu semakin menguat setelah seorang pembeli mengalami masalah pada kendaraannya. Sekitar pukul 13.00 WIT, sebanyak dua liter BBM tersebut terjual kepada pengendara sepeda motor Kawasaki KLX seharga Rp30.000.
Nahas, sekitar 15 menit setelah transaksi, pembeli itu kembali ke kios dan mengeluhkan sepeda motornya tidak dapat dinyalakan.
Peristiwa tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang didalami aparat kepolisian untuk memastikan kualitas dan kandungan BBM yang diperjualbelikan, sekaligus mengungkap kemungkinan adanya praktik pengoplosan dan jaringan pemasok di balik peredaran BBM tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., CBA., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada pengamanan barang bukti. Polisi masih menelusuri asal-usul BBM sekaligus memburu pihak yang diduga memasok bahan bakar tersebut.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui asal-usul BBM tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak yang diduga memasoknya. Kami juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bukti yang telah diamankan,”ujarnya.
Ia menegaskan, Polda Maluku Utara tidak akan menoleransi penyalahgunaan maupun peredaran BBM yang berpotensi merugikan masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna kendaraan.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan membeli BBM dari penjual yang tidak jelas sumber pasokannya. Jika menemukan indikasi kecurangan atau praktik penjualan BBM mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya kepada kepolisian.
Hingga kini, 22 botol berisi BBM yang diduga oplosan tersebut masih diamankan di Polres Ternate. Penyidik juga akan mendalami lokasi kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa kios-kios di sekitar lokasi guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM bermasalah tersebut.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !