Kilasmalut.com – Angka kecelakaan lalu lintas di Maluku Utara masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan generasi muda. Hingga Oktober 2026, tercatat 151 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia mencapai 79 orang dan 111 orang mengalami luka berat. Mirisnya, 49 kasus di antaranya melibatkan pelajar SMA, dengan 19 pelajar meninggal dunia.
Data tersebut menjadi perhatian Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Melalui program Quick Wins I, Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, S.I.K., M.H., M.M., turun langsung memberikan edukasi kepada pelajar saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan, Senin (26/10).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan, Sofia M.T. Marsyaoly, S.Pd., jajaran pejabat Polda Maluku Utara, dewan guru, serta sekitar 250 siswa.
Dalam amanatnya, Slamet menegaskan bahwa tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar harus menjadi alarm bagi semua pihak. Keselamatan di jalan raya, menurutnya, bukan sekadar persoalan kepatuhan terhadap aturan, melainkan menyangkut perlindungan nyawa dan masa depan generasi muda.
“Angka kecelakaan ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga tentang menjaga nyawa dan masa depan. Jangan sampai kelalaian di jalan raya merenggut kesempatan anak-anak kita untuk meraih cita-cita,”tegasnya.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum cukup umur dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pelajar juga diminta selalu menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara.
Selain itu, Slamet menekankan agar pelajar menjauhi balapan liar dan tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, perilaku berisiko di jalan raya dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Wakapolda juga mengajak para siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap pelajar memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri, sekaligus menghormati keselamatan orang lain.
“Jadilah pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab. Ingat, ada orang tua dan keluarga yang selalu menanti kalian pulang dengan selamat. Karena itu, utamakan keselamatan dan jangan pernah menganggap remeh aturan lalu lintas,”pesannya.
Tak hanya kepada siswa, Slamet turut menyoroti pentingnya keterlibatan guru dan orang tua dalam mengawasi penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak. Edukasi, pengawasan, dan keteladanan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami berharap para siswa semakin memahami pentingnya disiplin, kesadaran hukum, dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari,”tambahnya.
Melalui program Polidik, Polda Maluku Utara berupaya membangun kedekatan dengan dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif dan humanis. Upaya tersebut diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, meningkatkan kesadaran hukum, serta membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab.
Menutup amanatnya, Slamet juga memberikan motivasi kepada para siswa yang akan menghadapi ujian agar tetap tertib, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berusaha meraih hasil terbaik.
Polda Maluku Utara berharap program Polisi Peduli Pendidikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku pelajar dalam menaati aturan dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya melindungi generasi muda sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !