Kilasmalut.com – Komitmen menjaga dan melestarikan budaya lokal serta kearifan tradisional kembali mendapat perhatian. Kali ini, penghormatan budaya diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Dr. Agus Wirawan Eko Saputro, S.H., M.H., melalui penganugerahan gelar kehormatan “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat.”
Penganugerahan tersebut berlangsung di Gedung Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jumat (25/9), dan diberikan oleh Padepokan Pencak Silat Sangsaka Buana Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan dukungan terhadap keberadaan serta pelestarian pencak silat tradisional sebagai bagian dari budaya Tatar Sunda Jawa Barat.
Dalam prosesi tersebut, Dr. Agus juga menerima Serat Wawangi, yang memuat ungkapan penghormatan sekaligus doa dan harapan bagi penerimanya.
Dalam Serat Wawangi disebutkan bahwa Dr. Agus dinilai turut “ngarumule pencak silat tradisional budaya Tatar Sunda Jawa Barat.”Ungkapan tersebut bermakna turut menjaga, merawat, serta melestarikan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat” yang disematkan kepada Dr. Agus merupakan gelar kehormatan dalam konteks budaya, bukan gelar akademik maupun jabatan kedinasan.
Penganugerahan itu menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk ikatan antara penerima gelar dengan komunitas pencak silat dan budaya Sunda.
Dr. Agus menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai penghormatan terhadap dirinya secara pribadi. Lebih dari itu, gelar tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga warisan budaya bangsa agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai disiplin, keberanian, ketekunan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama,”demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat memiliki relevansi dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berintegritas.
Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas budaya, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda, kata dia, perlu diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya daerah agar warisan leluhur tetap hidup dan berkembang.
Pemberian Serat Wawangi juga sarat dengan doa dan harapan. Di dalamnya terdapat ungkapan “mulus rahayu, berkah, salamet, jembar manah”, sebagai doa agar penerima senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, kelapangan hati, serta memiliki kecintaan terhadap budaya Sunda dan budaya bangsa.
Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan antara institusi penegak hukum, masyarakat, dan komunitas pelestari budaya. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap nilai-nilai luhur yang tumbuh dan diwariskan di tengah masyarakat.
Dengan diterimanya gelar kehormatan tersebut, Dr. Agus Wirawan Eko Saputro diharapkan terus mendukung upaya pelestarian pencak silat tradisional Jawa Barat sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
“Budaya menjaga jati diri bangsa, sementara integritas menjaga kehormatan dalam pengabdian,”tuturnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !