160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Belum Setahun Sudah Ambruk, Proyek Bendungan Rp. 34 Miliar Di Desa Sangowo Diduga Gagal Konstruksi

Bendungan di Desa Sangowo dengan anggaran miliaran jebol dan tidak bisa gunakan oleh masyarakat.(istimewa)

Kilasmalut.com – Proyek Bendungan Irigasi di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Pulau Morotai, Maluku Utara, kini menjadi sorotan tajam publik. Infrastruktur yang baru rampung dikerjakan pada tahun 2025 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara itu justru sudah jebol sebelum sempat dimanfaatkan masyarakat.

Ironisnya, proyek yang digadang-gadang menjadi penopang ketahanan pangan tersebut dibangun menggunakan dana APBN 2025 melalui program Instruksi Presiden (Inpres) dengan nilai fantastis mencapai Rp. 34 miliar.

Alih-alih membawa manfaat bagi petani, bendungan tersebut kini berubah menjadi simbol kegagalan proyek. Tanggul bendungan dilaporkan rusak parah hingga membuat aliran air meluap dan kembali mengikuti jalur sungai lama. Akibatnya, fungsi irigasi lumpuh total dan tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Kerusakan yang terjadi pada bendungan yang bahkan belum berusia satu tahun itu memicu kemarahan warga. Mereka menilai proyek tersebut diduga kuat mengalami kegagalan konstruksi fatal yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.

Baca Juga :  Salurkan 400 Bibit Pohon, PT. NHM Komitmen Hijaukan Halmahera Utara

“Harusnya hal seperti ini tidak mungkin terjadi karena tanggul adalah struktur utama bendungan. Proyek sebesar ini mestinya sudah melalui perencanaan matang, baik dari sisi teknis maupun dampak sosialnya,”ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (16/6).

Menurut warga, alasan faktor alam yang kemungkinan akan dijadikan pembelaan sangat sulit diterima akal sehat. Mereka menilai kerusakan tersebut lebih mengarah pada lemahnya kualitas pekerjaan, pengawasan, hingga perencanaan proyek.

“Dalil faktor alam itu tidak logis dan terkesan hanya menjadi tameng untuk menutupi kegagalan konstruksi. Kami mempertanyakan, sebenarnya kesalahan ada di mana? Apakah pada perencanaan, pengawasan, atau pelaksanaannya,”cetusnya geram.

Baca Juga :  NHM Bawa Semangat BK3N Dari Area Tambang Hingga Sekolah Lingkar Tambang

Warga pun mendesak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum RI turun tangan melakukan evaluasi total terhadap proyek tersebut. Mereka meminta Kepala BWS Maluku Utara, Kepala Satuan Kerja (Satker), hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab segera diperiksa.

“Standar perencanaan seperti apa yang dipakai sampai bendungan baru selesai sudah jebol? Ini uang negara puluhan miliar, bukan proyek kecil. DPR RI Dapil Maluku Utara juga harus segera memanggil dan mengevaluasi Kepala BWS, Satker, dan PPK atas kerusakan ini,”tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWS Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait jebolnya bendung irigasi tersebut.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!