

Kilasmalut.com – Pelaksanaan Shalat Iduladha 1447 Hijriah yang dipusatkan di Desa Dodowo, Kecamatan Galela Utara, Rabu (27/5) kemarin, justru meninggalkan kekecewaan mendalam bagi warga setempat. Di saat desa mereka menjadi pusat pelaksanaan ibadah umat Islam se-Kecamatan Galela Utara, Kepala Desa Dodowo, Mufadli Hi. Abd Mutalib, malah disebut memilih melaksanakan salat di tempat lain.
Sikap tersebut memicu sorotan dan amarah warga. Pasalnya, momentum Iduladha seharusnya menjadi ajang bagi pemerintah desa untuk hadir menyambut jamaah serta menunjukkan tanggung jawab sebagai tuan rumah.
“Seharusnya Kades salat di desanya sendiri, apalagi Dodowo menjadi pusat pelaksanaan Shalat Iduladha. Tapi justru memilih pergi ke tempat lain. Ini sangat miris dan memberi contoh buruk kepada masyarakat,”ujar salah satu warga Dodowo yang enggan di sebut namanya, Kamis (28/5).
Kekecewaan warga tidak berhenti di situ. Pemerintah Desa Dodowo juga disorot lantaran dinilai tidak melakukan persiapan maksimal dalam menyambut hari besar umat Islam tersebut. Warga mengaku kecewa karena tidak terlihat pemasangan bendera pelangi maupun atribut penyambutan lain di sepanjang desa.
“Bukan cuma Kades yang tidak salat di kampung, tapi desa juga terlihat sepi tanpa pemasangan bendera pelangi. Padahal ini hari besar dan Dodowo jadi tuan rumah. Kami sebagai masyarakat sangat kecewa,”tegas warga.
Warga menilai ketidakhadiran kepala desa di tengah masyarakat pada momentum keagamaan sebesar Iduladha mencerminkan lemahnya kepedulian pemimpin terhadap warganya sendiri. Bahkan, sebagian warga menyebut sikap tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah desa dalam menghargai kepercayaan yang diberikan masyarakat.
Hingga berita ini terbitkan belum ada keterangan resmi dari Kades Dodowo.(red)


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !