160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pelantikan IKA-PMII Halut Berubah Haru, Dua Relawan Dukono Diberi Penghargaan

Dua relawan lokal Rusmin Juanga dan Khiril Tatambani diberikan penghargaan saat pelantikan IKA-PMII Halut.(istimewa)

Kilasmalut.com – Suasana pelantikan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (23/5), mendadak berubah haru. Bukan sekadar agenda organisasi dan pidato seremonial, ruangan itu seketika dipenuhi rasa sedih ketika dua relawan pencarian korban Gunung Dukono dipanggil maju menerima penghargaan.

Mereka adalah Khiril Tatambani dan Rustamin Juanga dua warga lokal yang mempertaruhkan nyawa demi menembus ganasnya lereng Gunung Dukono saat proses pencarian korban pendaki berlangsung.

Di tengah tepuk tangan para tamu undangan, wajah keduanya tampak tenang. Namun di balik itu, tersimpan kisah memilukan tentang perjuangan melawan hujan abu, jalur licin, kabut pekat, hingga ancaman erupsi yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa siapa saja.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, di sela pelantikan IKA-PMII Halut.

Momen itu menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut. Beberapa peserta bahkan tampak menundukkan kepala, mengingat kembali tragedi memilukan yang terjadi di puncak Dukono.

Baca Juga :  Senator Hasbi Yusuf Tegas Tolak Tambang Pasir Besi Di Morotai, Jangan Hancurkan Surga Wisata Dengan Ekskavator

Ketua IKA-PMII Halut, Fahmi Musa, mengatakan penghargaan itu bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penghormatan atas keberanian dan kemanusiaan yang ditunjukkan para relawan lokal.

“Kami memberikan apresiasi kepada dua relawan lokal yang mampu menerobos medan sulit saat pencarian korban erupsi Gunung Dukono,’ujar Fahmi dengan nada penuh haru.

Menurut Fahmi, apa yang dilakukan Khiril dan Rustamin bukan pekerjaan biasa. Saat sebagian orang memilih menjauh demi keselamatan, keduanya justru naik menembus kawasan berbahaya demi mencari para korban.

Mereka berjalan di tengah jalur curam yang licin, diselimuti hujan abu vulkanik dan dentuman erupsi yang terus terdengar dari perut Gunung Dukono.

Di gunung itu pula, tiga nyawa pendaki akhirnya ditemukan tak lagi bernapas. Dua di antaranya merupakan warga negara asing asal Singapura, sementara satu lainnya warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Berkas Bolak-Balik Tanpa Kepastian, Kuasa Hukum Korban Sebut, Polres Ternate Dituding Lindungi Terduga Pelaku

Tragedi itu meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Halmahera Utara yang mengikuti proses pencarian dengan cemas selama berhari-hari.

Selama tiga hari operasi pencarian berlangsung, tim SAR gabungan bersama relawan lokal berjibaku dengan cuaca ekstrem dan ancaman erupsi yang tak pernah benar-benar berhenti.

Kabut tebal, hujan, abu vulkanik, dan medan berbatu menjadi saksi bagaimana para relawan dan tim penyelamat mempertaruhkan keselamatan mereka demi membawa pulang para korban.

IKA-PMII Halut pun turut memberikan apresiasi kepada seluruh Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh Tim SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono baru-baru ini,”ungkapnya.

Di tengah hiruk-pikuk pelantikan organisasi, kisah dua relawan itu seolah mengingatkan semua orang bahwa kemanusiaan kadang hadir dalam bentuk paling sunyi, berjalan menembus maut demi menemukan mereka yang tak sempat pulang.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!