Stephen : Identifikasi Harus Lewat DNA
Kilasmalut.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku Utara akhirnya tiba di Kabupaten Halmahera Utara dan langsung melakukan proses identifikasi terhadap dua jenazah korban erupsi Gunung Dukono yang diketahui merupakan warga negara Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
Kedua korban baru berhasil dievakuasi pada Minggu (10/5), tiga hari setelah erupsi mematikan Gunung Dukono terjadi. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan ekstrem serta tingginya aktivitas vulkanik di kawasan puncak gunung.
Tim DVI dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku Utara, Stephen M. Napiun. Dalam proses pemeriksaan forensik, petugas menemukan dugaan bagian rahang milik kedua korban setelah melakukan pemilahan serpihan tulang yang bercampur dengan material vulkanik di lokasi bencana.
Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, mengungkapkan bahwa kondisi jenazah mengalami kerusakan sangat parah akibat terjangan material vulkanik bersuhu tinggi, sehingga proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara visual dan harus melalui uji DNA.
“Temuan bagian rahang menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses identifikasi ilmiah,”ujarnya. Senin (11/5).
Menurut Stephen, pemeriksaan DNA diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan. Sementara itu, aparat kepolisian bersama Pemerintah Daerah Halmahera Utara terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan pasca erupsi Gunung Dukono yang menewaskan dua pendaki asing tersebut.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak nekat beraktivitas di zona rawan erupsi Gunung Dukono. Imbauan itu disampaikan menyusul potensi erupsi susulan yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !